
EMAS targetkan tambang emasnya hasilkan 115.000 Ons. (Dok/CGTV)PRIORITAS, 3/8/26 (Jakarta): PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) membukukan peningkatan signifikan produksi emas pada kuartal II 2026, didorong oleh semakin optimalnya kegiatan operasional di Tambang Emas Pani, Gorontalo.
Perseroan meyakini sasaran produksi emas sepanjang 2026 di kisaran 100.000 hingga 115.000 ons dapat direalisasikan, dengan porsi produksi yang diperkirakan lebih besar pada paruh kedua tahun ini.
Pada kuartal II 2026, Tambang Emas Pani memproduksi 15.594 ons emas dan 29.796 ons perak. Capaian ini meningkat tajam dibandingkan kuartal I 2026, ketika produksi emas tercatat 1.818 ons dan produksi perak sebesar 3.496 ons.
Kenaikan volume produksi juga berdampak pada peningkatan penjualan emas menjadi 6.439 ons pada kuartal II 2026, jauh lebih tinggi dibandingkan 516 ons pada kuartal sebelumnya. Adapun harga jual rata-rata emas yang dibukukan perseroan mencapai US$4.382 per ons.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke P. Abidin menyatakan peningkatan produksi di Tambang Emas Pani menjadikan kuartal II 2026 sebagai momentum penting bagi perseroan. Selain itu, pencatatan saham EMAS di papan utama Bursa Hong Kong (HKEX) pada Juni 2026 disebut semakin memperkuat akses perusahaan ke basis investor global.
“EMAS mencatat kuartal yang penting seiring Pani terus meningkatkan volume produksinya. Pencatatan sekunder di HKEX memperluas akses terhadap investor internasional sekaligus memperkuat platform bagi fase pertumbuhan Pani berikutnya,” imbuh Boyke dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/26).
Sepanjang 2026, EMAS tetap mempertahankan proyeksi biaya produksi (cash cost) di kisaran US$900–1.100 per ons serta all-in sustaining cost (AISC) sebesar US$1.300–1.450 per ons. Pada kuartal II 2026, cash cost tercatat sebesar US$890 per ons, sementara AISC berada di level US$1.460 per ons, di luar komponen royalti.
Manajemen menilai biaya produksi masih berpotensi mengalami fluktuasi dalam jangka pendek mengingat Tambang Emas Pani masih berada pada fase peningkatan kapasitas produksi (ramp-up).
Dari sisi operasional, fasilitas heap leach di Tambang Emas Pani saat ini telah mampu mengolah hingga 8 juta ton bijih per tahun, melampaui target awal sebesar tujuh juta ton. Perseroan juga tengah mengevaluasi rencana peningkatan kapasitas menjadi 10 juta ton per tahun setelah 2026.
Carbon in leach
Di saat yang sama, EMAS mempercepat pembangunan fasilitas carbon-in-leach (CIL) yang ditargetkan memiliki kapasitas awal 12 juta ton bijih per tahun pada 2028, meningkat dari rancangan sebelumnya sebesar 7,5 juta ton. Penyelesaian konstruksi area utama CIL dijadwalkan pada akhir 2026, sementara proses mobilisasi kontraktor akan dimulai pada kuartal III 2026.
Pada kegiatan eksplorasi, EMAS berhasil mencatat sumber daya mineral perdana di prospek Kolokoa sebanyak 42 juta ton dengan estimasi kandungan sekitar 445.000 ons emas. Penambahan tersebut membuat total sumber daya mineral di kawasan Tambang Emas Pani meningkat menjadi 333,5 juta ton dengan kandungan sekitar 7,4 juta ons emas.
Hingga 30 Juni 2026, perseroan membukukan kas dan setara kas, setelah dikurangi kas yang dibatasi penggunaannya, sebesar US$62 juta. Selain itu, EMAS masih memiliki fasilitas pinjaman bank yang belum dimanfaatkan senilai US$100 juta serta fasilitas pinjaman pemegang saham dari PT Merdeka Copper Gold Tbk sebesar US$485 juta yang juga belum digunakan.