Tegang! Pulau radar dibombardir, Trump ungkap sisa kekuatan Iran: Tinggal 21 persen

Sem Muhaling
Minggu, 7 Juni 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 6/6/26 (Washington): Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap situasi terkini ketegangan antara AS dan Iran setelah kembali memasuki fase yang lebih berbahaya.  Serangkaian serangan yang dilancarkan Washington dan sekutunya disebut telah menghantam berbagai fasilitas militer strategis milik Teheran. Salah satunya instalasi radar dan infrastruktur pendukung sistem pertahanan negara tersebut.

Situasi yang terus memanas ini memunculkan berbagai klaim terkait sejauh mana kerusakan yang dialami Iran. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan menyatakan bahwa kemampuan militer Iran telah mengalami penyusutan drastis dibandingkan saat konflik mulai berkecamuk beberapa bulan lalu.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan NBC News yang cuplikannya dirilis pada Jumat (5/6) waktu setempat. Dalam wawancara tersebut, Trump mengklaim bahwa sebagian besar fasilitas produksi rudal dan drone Iran telah berhasil dihancurkan melalui operasi militer gabungan yang berlangsung sejak akhir Februari lalu.

Iran kehilangan mayoritas kekuatan militernya

Menurut Trump, serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya telah memberikan dampak besar terhadap kemampuan tempur Iran.

Ia menyebut sebagian besar pabrik drone Iran telah dilumpuhkan. Selain itu, banyak lokasi peluncuran rudal dan kawasan manufaktur persenjataan juga diklaim telah mengalami kerusakan berat akibat rentetan serangan udara.

“Sebagian besar pabrik drone telah dihancurkan, sebagian besar landasan peluncuran telah dihancurkan, dan sebagian besar area manufaktur rudal telah dihancurkan,” kata Trump dalam wawancara tersebut.

Meski demikian, Trump mengakui bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan.

Menurutnya, negara itu masih menyimpan sejumlah rudal dan pesawat tanpa awak yang dapat digunakan sewaktu-waktu. Namun, ia menilai jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan sebelum operasi militer dimulai.

“Saya akan mengatakan secara persentase, mungkin 21 sampai 22 persen rudal mereka masih tersisa,” ujar Trump.

Radar jadi target strategis

Beberapa media melaporkan, dalam konflik modern, fasilitas radar merupakan salah satu aset paling penting dalam sistem pertahanan suatu negara.

Radar berfungsi mendeteksi ancaman dari udara maupun laut, memberikan peringatan dini terhadap serangan musuh, sekaligus membantu koordinasi sistem pertahanan rudal.

Karena itu, serangan terhadap instalasi radar Iran dinilai sebagai langkah strategis yang bertujuan melemahkan kemampuan deteksi dan respons militer Teheran.

Pengamat militer menilai penghancuran radar dapat membuka celah bagi operasi udara lanjutan karena kemampuan pengawasan wilayah menjadi berkurang secara signifikan.

Masih terlalu dini

Meski Trump menyampaikan gambaran bahwa kemampuan militer Iran telah menurun drastis, sejumlah laporan intelijen Amerika Serikat sebelumnya menunjukkan situasi yang lebih kompleks.

Beberapa sumber intelijen yang mengetahui laporan rahasia AS menyebut sekitar separuh peluncur rudal Iran masih tetap utuh dan operasional. Selain itu, ribuan drone dilaporkan masih tersimpan di berbagai fasilitas bawah tanah yang sulit dijangkau serangan udara.

Laporan tersebut juga menyebut Iran selama bertahun-tahun membangun jaringan terowongan, bunker, dan fasilitas bawah tanah yang luas untuk melindungi aset strategisnya dari kemungkinan serangan musuh.

Karena itu, sejumlah analis menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa kemampuan militer Iran telah lumpuh sepenuhnya.

Masih mampu mengguncang kawasan

Walaupun menghadapi tekanan militer yang besar, Iran disebut masih memiliki kapasitas untuk memberikan respons yang signifikan.

Sumber intelijen AS bahkan memperingatkan bahwa Teheran tetap mempunyai kemampuan menciptakan gangguan keamanan di kawasan, terutama melalui penggunaan rudal jarak menengah, drone serang, dan aset militer yang disimpan di lokasi tersembunyi.

Selain itu, sebagian kemampuan pertahanan pesisir Iran juga dilaporkan masih bertahan. Faktor ini menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan Teluk dan Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.

Ancaman eskalasi masih membayangi

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik antara Washington dan Teheran masih jauh dari kata selesai.

Meski Trump optimistis bahwa tekanan militer telah berhasil menggerus kekuatan Iran secara signifikan, berbagai laporan menunjukkan bahwa Teheran masih menyimpan kemampuan tempur yang tidak bisa dianggap remeh.

Dengan fasilitas militer yang tersebar, demikian dilansir CNBC Indonesia, jaringan bunker bawah tanah yang luas, serta stok rudal dan drone yang masih tersedia, kawasan Timur Tengah berpotensi terus menghadapi ketidakpastian keamanan dalam beberapa waktu ke depan. Sementara itu, dunia internasional terus mencermati perkembangan situasi karena setiap eskalasi baru berisiko memengaruhi stabilitas geopolitik global, harga energi, hingga keamanan jalur perdagangan internasional. (P-*r/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025