
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Wisma Danantara, Jakarta. (Antara)PRIORITAS, 20/7/26 (Jakarta): PT PAL Indonesia bersama PT Pertamina Patra Niaga menjalin kolaborasi strategis dalam pengembangan kapal dan fasilitas maritim (marine facility) guna memperkuat kedaulatan energi nasional.
“Melalui kerja sama ini kami ingin menghadirkan solusi yang lebih komprehensif bagi kebutuhan sektor energi nasional sekaligus memperkuat kemandirian industri maritim Indonesia,” kata Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin (20/7/26), dikutip dari Antara.
Kerja sama yang dirancang berlangsung selama dua tahun itu dituangkan dalam Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Kolaborasi tersebut meliputi penjajakan peluang kerja sama dalam pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan kapal, serta pengembangan marine facility milik PT Pertamina Patra Niaga beserta anak perusahaannya. Selain itu, kedua pihak juga akan mengembangkan konversi aset kapal menjadi fungsi alternatif yang memiliki nilai tambah secara komersial.
Sinergi kedua perusahaan turut mencakup pemanfaatan produk energi beserta turunannya yang dipasok PT Pertamina Patra Niaga dan afiliasinya, seperti bahan bakar, pelumas, grease, dan refrigerant. Produk-produk tersebut akan digunakan untuk mendukung pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan kapal, infrastruktur terminal, serta operasional galangan milik PT PAL Indonesia.
Kaharuddin menyebut kolaborasi tersebut merupakan langkah nyata untuk memperkuat ekosistem maritim nasional melalui optimalisasi kemampuan industri dalam negeri. Upaya itu diharapkan dapat mendukung ketahanan energi, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
“PT PAL memiliki kapabilitas yang terus berkembang dalam pembangunan kapal, pemeliharaan dan perbaikan kapal, hingga rekayasa fasilitas maritim. Sinergi ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk menghadirkan inovasi dan optimalisasi aset strategis nasional,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyampaikan bahwa kolaborasi dengan PT PAL merupakan upaya strategis dalam memastikan keandalan infrastruktur yang mendukung distribusi energi nasional.
Armada laut yang handal
Menurut dia, penyediaan layanan energi dari Sabang hingga Merauke oleh Pertamina Patra Niaga membutuhkan armada laut yang andal serta dirancang sesuai dengan kebutuhan operasional.
Mars Ega menjelaskan, kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina Patra Niaga kerap melintasi jalur distribusi yang memiliki tantangan geografis.
Selain beroperasi di wilayah laut, kapal-kapal tersebut juga harus memasuki aliran sungai untuk menjangkau daerah-daerah dengan kebutuhan energi skala kecil yang tersebar di berbagai lokasi.
“Banyak daerah yang memiliki kebutuhan energi dalam skala kecil dan tersebar sehingga kami harus menyiapkan armada kapal yang mampu melakukan dua hingga tiga kali bersandar secara efektif sesuai kondisi geografis setempat,” tutur Mars Ega. (P-Zamir)