27.3 C
Jakarta
Friday, June 14, 2024

    Wuauw !!! Indonesia simpan harta karun langka dunia: Sumber Daya Lithium, yang diincar asing

    Terkait

    PRIORITAS, 30/4/24 (Jakarta): Benarlah ungkapan para ahli dan sejarahwan, Indonesia ini alamnya kaya raya dan menyimpan aneka harta karun yany selain langka, juga bernilai ekonomi tinggi.

    Naru-baru ini, pihak Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan adanya temuan ‘harta karun’ baru berupa sumber daya lithium yang ditemukan di wilayah Bledug Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah.

    Sebagaimana diungkapjan Koordinator Mineral Pusat Sumber Daya Mineral, Batu Bara, dan Panas Bumi Badan Geologi Kementerian ESDM, Moehammad Awaluddin, terdapat temuan potensi lithium yang besar di Wilayah Bledug Kuwu, Jawa Tengah.

    Terkait itu, saat ini pihaknya sedang memfokuskan kajian temuan sumber lithium baru di wilayah tersebut.

    “Menurut kita yang lebih menarik itu justru di Bledug Kuwu itu di Grobogan, Jawa tengah. Makanya kita fokus di sana,” ujar Awaluddin beberapa waktu yang lalu, seperti dikutip CNBCIndonesia.

    Berasal dari lumpur dalam air

    Dia menyebutkan sumber daya lithium yang ditemukan di wilayah tersebut berasal dari brine system atau lumpur dan air.

    Awaluddin mengatakan, sampel air dan lumpur tersebut dikaji dengan dikeringkan yang akan menghasilkan kadar lithium hingga 10 kali lipat.

    “Itu (wilayah Bledug Kuwu) brine juga, brine system juga, jadi kita ambil sampel dari lumpur dari air. Jadi ketika dikeringkan sekitar berapa hari itu kadarnya bisa meningkat 10 kali lipat. Jadi ini jadi menarik dan cukup luas cekungannya. Kedepan kita akan studi lebih jauh geokimia, geofisika, atau hidrogeologinya,” tambah dia.

    Adapun, potensi jumlah besar lithium yang ditemukan di wilayah tersebut mencapai 1.000 PPM Lithium. “Jadi kita ke depan prioritas di Bledug Kuwu, karena itu sampai 1.000 PPM lebih. Dan itu kan dalam satu cekungan besar yang artinya medan berburunya masih luas,” ujarnya.

    Ada mineral Boron

    Selain lithium, Awaluddin menuturkan, wilayah tersebut juga menyimpan mineral yang disebut Boron.

    Dia mengatakan mineral Boron bisa dimanfaatkan untuk teknologi bahan bakar hidrogen. “Bahkan disitu ada satu lagi Boron itu juga penting, mineral Boron,” ujarnya.

    Dia menyebutkan, sejatinya kajian untuk menemukan lithium di wilayah Bleduk Kuwu sudah sejak 2020 lalu, namun kajian intensif dilakukan mulai tahun 2023. Ini lantaran kajian tersebut sempat tertunda pandemi Covid-19.

    “Sebenarnya (kajian dimulai) sejak tahun lalu sejak 2020 ya sebenarnya terputus Covid kita lanjut tahun ini 2023 dan menghasilkan beberapa hasil lab yang mengembirakan,” tandasnya.

    Diincar asing

    Awaludin juga menegaskan, ada perusahaan internasional yang tertarik untuk mengembangkan lithium tersebut. “Ada dari internasional (perusahaan yang tertarik di Bledug Kuwu),” kata dia.

    Sebagaimana diketahui, mineral lithium saat ini cukup penting untuk kemajuan industri baterai kendaraan listrik. Ia pun memproyeksikan, permintaan lithium akan naik 42 kali lipat dari kebutuhan seiring masifnya penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai.

    “Kalau dulu mungkin barangnya ada tapi harganya kan komoditas naik hari ini, kita lihat berapa potensi yang ada hari ini termasuk di Kalimantan, di Babel, di Sumatera, termasuk di Bledug Kuwu. Mungkin dulu gak dilihat tapi hari ini semua pakai baterai listrik segala macam mobil pakai,” kata Moehammad Awaludin. (P-CNBCi/jr) — foto ilustrasi istimewa

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini