27.8 C
Jakarta
Wednesday, May 22, 2024

    Untuk penanganan pasien Covid-19, Siloam alokasikan ‘Capex’ Rp400 M untuk bangun beberapa RS

    Terkait

    Lippo Village, 12/7/20 (SOLUSSInews.com) – Bertolak dari pencapaian perseroan hingga saat ini, PT Siloam International Hospitals Tbk mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/Capex) sekitar Rp300-400 miliar tahun ini.

    Dikaporkan, anggaran tersebut difokuskan untuk membangun 2-3 rumah sakit baru dan pengadaan fasilitas kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19.

    Direktur Keuangan Siloam International Hospitals Tbk (SILO), Daniel Phua mengatakan, kini, perseroan cenderung selektif dalam membangun rumah sakit. Pada semester I-2020, perseroan telah mengoperasikan Siloam Mampang, Jakarta. Kemudian, perseroan bersiap membuka rumah sakit di Ambon dan Maluku pada semester II ini.

    “Kami memilih Ambon karena di sana fasilitas rumah sakitnya belum banyak. Setelah di Ambon, nanti kami cari kota lain lagi tapi sekarang belum ditetapkan,” jelasnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di kawasan Lippo Village, Karawaci, Tangerang, seperti dikutip Investor.co.id, Selasa (7/7/20).

    Selain Siloam Mampang, rumah sakit perseroan yang khusus didedikasikan sebagai rujukan penanganan Covid-19 ialah Siloam Kelapa Dua, Tangerang, dan Siloam Paal Dua, Manado. Tak ketinggalan, perseroan juga memiliki swab testing lengkap, mulai dari pengambilan sampel hingga pemeriksaan di laboratorium yang memiliki polymerase chain reaction (PCR) masal.

    Menghindari kontaminasi virus

    Daniel mengemukakan, tujuan operasional rumah sakit khusus pasien Covid-19 ialah menghindari kontaminasi virus di rumah sakit umum perseroan. Manajemen juga memastikan setiap pasien rumah sakit umum bebas dari Covid-19. Sehingga pelayanan kepada pasien non-corona tetap berjalan. Sementara itu, perseroan melanjutkan strategi meningkatkan (ramping up) profitabilitas pada 14 rumah sakitnya.

    Sebagai informasi, setiap rumah sakit diperkirakan baru mampu membukukan keuntungan setelah dua atau tiga tahun berdiri. Dengan demikian, rumah sakit Siloam yang masuk dalam segmen ramping up merupakan rumah sakit baru dibuka pada periode 2016-2019.

    Secara terperinci, Siloam Hospitals (SH) Buton, Sulawesi Tenggara, dan SH Labuan Bajo, Nusa Tengara Timur (NTT) yang dibuka 2016. Lalu SH Bogor, Jawa Barat, SH Siloam Bangka, Bangka Belitung, RS Siloam Yogyakarta, Jawa Tengah, SH Siloam Medika Blu Plaza, dan RS Umum Sentosa, Jawa Barat yang dibuka pada 2017.

    Sementara rumah sakit yang dibuka pada 2018, yaitu RS Siloam Lubuk Linggau, Sumatera, SH Jember, Jawa Timur, SH Semarang, Jawa Tengah, dan SH Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Sedangkan yang dibuka pada 2019 yakni RSU Kelapa Dua, Tangerang, RSU Syubannul Wathon, Jawa Tengah, dan Siloam Paal Dua, Sulawesi Utara.

    “Pada kuartal IV-2019, dua dari rumah sakit pada segmen ini telah mencetak EBITDA positif, dan lima rumah sakit mengalami kerugian EBITDA di bawah Rp2 miliar. Jadi yang manajemen lakukan adalah menekan efisiensi biaya,” jelas Daniel.

    Menerapkan ekpansi selektif

    Pada saat yang sama, Presiden Direktur Siloam International Hospitals Ketut Budi Wijaya menambahkan, manajemen telah berhasil menumbuhkan pendapatan di seluruh unit rumah sakit sepanjang tahun lalu. Strategi direksi untuk fokus dalam monetisasi aset yang ada dan menerapkan ekpansi selektif mulai membuahkan hasil.

    “Manajemen telah menyiapkan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan di masa depan. Manajemen akan terus menerapkan tindakan yang tepat untuk menghadapi tantangan yang diberikan oleh Covid-19,” ujarnya.

    RUPST Siloam tidak mengagendakan perubahan direksi ataupun komisaris. Jajaran dewan komisaris ialah Presiden Komisaris John Riady, Komisaris DR Lim Suet Wun, Komisaris Andy Nugroho Purwohardono, serta tiga komisaris independen, yakni Kartini Syahrir, Rosa Ginting, dan Peter Chambers. Sementara pada jajaran direksi, selain Ketut Budi Wijaya dan Daniel Phua, terdapat Wakil Presiden Direktur Caroline Riady, dan enam direktur lain yakni Dokter Grace Frelita Indradjaja, Dokter Anang Prayudi, Atiff Ibrahim Gill, Ryanto Marino Tedjomulja, Monica Lembong, dan Mona Kartikasari Jonathan.

    Saat ini, Siloam Hospitals mengelola dan mengoperasikan 37 rumah sakit, terdiri dari 13 rumah sakit di kawasan Jabodetabek dan 24 rumah sakit yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Total kapasitas tempat tidur Siloam mencapai 7.682, dan total tempat tidur operasional 3.679. Perseroan memiliki dokter umum, dokter spesialis, dan dokter gigi sebanyak 3.184 yang dibantu 7.660 perawat dan tenaga medis. (S-ID/BS/jr — foto ilustrasi istimewa)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini