28.2 C
Jakarta
Wednesday, May 22, 2024

    Survei Parpol Y-Publica: Elektabilitas Gerindra melorot, PDI-P dan PSI naik, Golkar nomor tiga

    Terkait

    Jakarta, 29/10/20 (SOLUSSInews.com) – Dari temuan survei Y-Publica, menunjukkan, dalam tiga bulan terakhir elektabilitas partai politik cenderung stagnan, setelah sebelumnya mengalami kenaikan atau penurunan sejak bulan Maret 2020. Gerindra terus menurun, sedangkan PDI-P dan PSI mengalami kenaikan elektabilitas, sementara Golkar nomor tiga.

    PDI-P tetap unggul, di mana elektabilitas pada bulan Maret sebesar 30,3 persen, turun menjadi 29,1 persen, kemudian naik lagi menjadi 31,2 persen. Sedangkan PSI terus mengalami kenaikan dari hanya 2,7 persen menjadi 4,6 persen, dan kini 4,7 persen.

    Menyusul di belakang PDI-P ialah Gerindra, tetapi elektabilitasnya bergerak turun dari 15,2 persen menjadi 14,5 persen dan kembali melorot ke 13,8 persen. Parpol-parpol besar dan menengah lainnya hanya turun 0,1-0,2 perse  atau relatif mengalami stagnasi sejak bulan Juli.

    “Elektabilitas partai-partai politik stagnan, hanya Gerindra yang melorot, sedangkan dua Parpol yaitu PDI-P dan PSI naik elektabilitasnya,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam press release di Jakarta, Rabu (28/10/20).

    Perubaham sikap Gerindra

    Disebut Rudi, setelah bergabung ke dalam pemerintahan periode kedua Jokowi, Gerindra berubah sikap dari sebelumnya oposisi menjadi pendukung pemerintah.

    Meskipun sejumlah figur Gerindra mencoba bersikap kritis terhadap pemerintah, tetapi sulit untuk mempertahankan elektabilitas partai.

    Contohnya, ketika Parpol-parpol oposisi mendukung aksi-aksi demonstrasi menolak pengesahan RUU Cipta Kerja (omnibus law), Prabowo dan Gerindra secara tegas membela sikap koalisi partai-partai pemerintah.

    Pada urutan berikutnya setelah Gerindra ialah Golkar yang turun dari 10,3 persen pada bulan Maret menjadi 8,5 persen, Juli, dan menjadi 8,3 persen. Lalu ada PKB (5,6-6,1-5,9 persen), PKS (6,4-5,6-5,4 persen).

    Kemudian Nasdem (2,9-4,0-3,9 persen), Demokrat (3,5-3,6-3,4 perse ), PPP (3,3-2,6-2,4 persen), dan PAN (1,4-1,5-1,2 persen).

    Sisanya ialah Parpol-parpol papan bawah yang elektabilitasnya di bawah satu persen. Yaitu Hanura (0,9-0,7-0,8 persen), Perindo (0,7-0,5-0,6 perse ), dan Berkarya (0,4-0,3-0,3 persen). Tiga Parpol yaitu PBB, PKPI, dan Garuda kehilangan potensi pemilih karena hanya mendapat nol persen.

    “Pemilu 2024 juga bakal diramaikan Parpol-parpol baru, di antaranya yang bermunculan adalah Gelora dan Ummat,” pungkas Rudi.

    Gelora berhasil mendapat 0,1 perse , sedangkan Ummat masih nol persen. Sisanya menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (16,0-18,3-18,0 persen).

    Survei Y-Publica dilakukan pada 11-20 Oktober 2020 terhadap 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen. (S-BS/jr)

    Survei elektabilitas parpol Y-Publica.

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini