27.3 C
Jakarta
Friday, June 14, 2024

    Siap-Siap Loncat dari Kursi Saat Menonton “Menjelang Ajal”

    Terkait

    PRIORITAS, 30/04/24 (Jakarta): Film horor “menjelang Ajal” yang sudah mulai diputar 30 April 2024, bakal membuat penonton terkaget-kaget dan bahkan bisa loncat dari kursi karena ketakutan yang mengerikan. “Iya, penonton harus siap-siap karena film ini dipenuhi ‘jump scare’ dalam adegan-adegan yang betul-betul mengagetkan,” kata sutradara, Hadrah Daeng Ratu.

    Tema film ini adalah pesugihan yang kental dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Di daerah lainnya, pesugihan dikenal dengan istilah lain yang berbeda-beda. Tapi intinya pesugihan adalah serangkaian mitos atau ritual yang dipercaya bisa digunakan untuk memperoleh kekayaan secara instan melalui jalan pintas. Biasanya dengan bantuan makhluk gaib, dan saat melakukan ritual pesugihan, pelaku pesugihan biasanya membuat perjanjian dengan sang makhluk gaib.

    Film produksi Rapi Films dibintangi artis-artis komersial, antara lain Shareefa Danish (berperan sebagai Sekar), Daffa Wardhana (Dani), Caitlin Halderman (Ratna), dan Shakeel Fauzi Aisy (Dodi).
    Shareefa Daanish yang berperan sebagai Sekar menjadi tokoh sentral, menginginkan warung makannya laris dengan cara gaib. (Foto: Ist./Rapi Films)
    “Menjelang Ajal” bercerita tentang seorang janda bernama Sekar yang berusaha menghidupi tiga anaknya dengan cara membuka warung makan. Agar dagangannya laris, Sekar pergi menemui Mak Ambar (Dewi Pakis), dukun yang memasang ‘pelaris’ di warungnya.
    Namun belakangan ia resah karena dagangannya selalu basi sesaat setelah makanan dihidangkan. Sekar berencana menemui Mak Ambar lagi yang sebelumnya sudah memberinya “ilmu” untuk menanyakan hal tersebut. Namun ternyata Mak Ambar telah meninggal dunia. Sejak itu, jin yang selama ini menolongnya menuntut nyawa hingga Sekar kerasukan tiap malam.
    Demi menolong Sekar, ketiga anaknya yaitu Dani, Ratna dan Dodi berusaha untuk mengobati dengan memanggil ‘orang pintar’ yang dinilai bisa membantu Sekar. Namun jin yang merasuki tubuh Sekar sangat kuat sehingga semakin lama melukai Sekar.
    Orang-orang terdekatnya pun juga ikut merasakan mala petaka yang dibuat Sekar. Salah satu pertolongan yang bisa diandalkan ketiga anaknya adalah dengan mendatangi ustadz yang konon memiliki kekuatan untuk bisa menyembuhkan Sekar. Tapi upaya itu menemui banyak halangan yang malah mengancam nyawa mereka sekeluarga hingga orang terdekat Sekar.
    “Jump Scare”
    Film “Menjelang Ajal” menyuguhkan adegan yang khas film horor, dipenuhi ‘jump scare’ dari jin yang merasuki tubuh Sekar. Tidak hanya kesan horor, cerita drama keluarga pun juga memberikan kesan bahwa film ini tidak hanya memberikan pengalaman menyeramkan namun juga bisa melihat intrik keluarga yang terasa dekat di masyarakat.
    Salah satu syarat pesugihan adalah mandi air kembang. (Foto: Ist./Rapi Films)
    Karakter Dani sebagai anak pertama yang ingin memulai karir sendiri sempat mendapat pertentangan dari Sekar, sang ibu. Pada 10 menit awal film, adegan percekcokan Dani dan Sekar itu cukup berhasil menguras emosi penonton yang ikut terhanyut dengan pertengkaran antara ibu dan anak tersebut.
    Selain itu, anak Sekar yang bungsu yaitu Dodi, juga berhasil menarik hati penonton yang selalu memberikan ekspresi kepolosan saat menghadapi ibunya yang sedang kerasukan dan berusaha menyadarkan Sekar.
    Sementara Ratna sebagai anak perempuan, juga mengalami pergulatan batin karena tidak percaya apa yang dialami sang ibu, namun tidak tahu harus berbuat apa. Akhirnya Dani harus menjadi penolong ibu sekaligus harus kuat untuk menopang kedua adiknya.
    Sekar yang menjalani perjanjian dengan jin untuk ‘pelaris’ warungnya menjadi cerita yang dekat dengan masyarakat. Praktik pesugihan yang masih sering menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, menjadi cerita mudah dimengerti penonton.
    Seperti saat calon pembeli yang melewati warung Sekar merasakan warung tersebut kumuh dan bau, padahal menurut pandangan Sekar warungnya bersih dan tertata rapi. Juga pada saat akhirnya ada satu pembeli yang membeli makanan dagangannya, namun saat dibawa pulang ternyata basi dan bau.
    Penulis skenario, Deni Saputra, mengaku mengambil cerita ini berdasarkan pengalaman nyata pribadinya yang menyaksikan langsung peristiwa pesugihan.
    Cerita dalam film mengambil latar waktu tahun 1990an yang ditandai dengan ponsel yang digunakan bukan layar sentuh seperti zaman sekarang dan televisi dalam rumah Sekar masih merupakan TV tabung. Sedangkan lokasi cerita berada di daerah Jawa Barat, yang bisa dirasakan dari dialog para pemain menggunakan aksen Sunda.
    Ketika menonton preview film ini, ANTARA mencatat, beberapa adegan  klasik film horor digunakan untuk membangun esensi horor dalam film ini. Seperti peristiwa mati lampu saat hujan lebat, berhasil membangun efek mencekam. Demikian juga dengan pengambilan sudut dari arah penampakan jin akan muncul. Tapi, meski terasa klasik, penonton tetap masih merasakan kaget dan tak jarang menutup mata, dan “jump scare”.
    Adegan klasik film horor seperti mati lampu masih dipakai untuk menghasilkan efek kejut atau kaget sehingga penonton bisa lompat dari kursi. (Foto: Ist./Rapi Films)
    Selain cerita yang akrab di dalam masyarakat, alur cerita yang mengalir juga membuat penonton tidak kebingungan untuk memahami isi cerita dari film ini. Chemistry para pemain pun sangat terlihat natural, meskipun beberapa diantara mereka baru pertama kali bermain dalam projek film ini.
    Film “Menjelang Ajal” juga menghadirkan sentuhan aksi sebagai bagian dari hal yang menarik dari film ini. Seperti saat adegan Sekar yang sudah kerasukan harus bergerak meloncat ke sana sini saat melawan seorang ustadz yang ingin menyembuhkannya.
    “Menjelang Ajal” mulai tayang 30 April 2024 di bioskop-bioskp di seluruh Indonesia. (P-ANTARA/ht)
    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini