26.5 C
Jakarta
Monday, May 20, 2024

    Presiden Biden sampaikan pidato yang jauh dari ego pribadi dan partai, segera terapkan wajib masker hingga akhiri tembok perbatasan Meksiko serta larangan perjalanan sebagian negara muslim

    Terkait

    Washington, 21/1/21 (SOLUSSInews.com) – Joe Biden kini resmi jadi Presiden Amerika Serikat. Segera setelah dilantik Selasa (29/1/21) waktu setrmpat, atau Rabu (20/1/21) WIB, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan pidato yang tampaknya ditujukan untuk kembali mempersatukan rakyat Amerika dan menunjukkan, dia telah membuang jauh ego pribadi, kontras dengan pendahulunya Donald Trump.

    “Hari ini untuk Amerika, untuk demokrasi. Hari yang bersejarah dan penuh harapan,” kata Biden di pelataran Gedung Capitol, Washington DC.

    Joe Biden menyampaikan pidato seusai mengucapkan sumpah sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat, Rabu, 20 Januari 2021.

    Joe Biden menyampaikan pidato seusai mengucapkan sumpah sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat, Rabu, 20 Januari 2021. (Foto: AFP)

    “Selama berabad-abad yang penuh kesulitan, Amerika telah melewati ujian dan berdiri tegak mengatasi tantangan. Hari ini, kita merayakan kemenangan bukan untuk seorang kandidat, tetapi kemenangan untuk demokrasi,” tegasnya.

    “Kita kembali belajar bahwa demokrasi itu sangat berharga. Bahwa demokrasi itu rapuh, dan pada momen ini sobat, demokrasi telah menang,” kata Biden yang disambut tepuk tangan hadirin.

    Dia merujuk peristiwa tepat dua pekan sebelumnya di tempat yang sama, yang diserbu ribuan pendukung Trump untuk menggagalkan sidang penetapan hasil pemilihan presiden oleh Kongres.

    “Kita bersama lagi sebagai satu bangsa, di bawah Tuhan, dan tidak terpecah belah untuk melaksanakan peralihan kekuasaan secara damai seperti yang sudah kita lakukan selama dua abad lebih,” kata Biden.

    Kemudian ia mengucapkan terima kasih kepada para pendahulunya, tetapi sepertinya Trump tidak termasuk.

    “Saya berterima kasih kepada para pendahulu dari kedua partai (Demokrat dan Republik) yang ada di sini hari ini,” kata Biden.

    Para mantan presiden dan ibu negara hadir, termasuk Bill and Hillary Clinton; Barack dan Michel Obama; dan George dan Laura Bush. Mantan Wakil Presiden Mike Pence dan istri juga hadir.

    Trump sudah lebih dulu pulang ke Florida beberapa jam sebelum pelantikan di Washington DC dan sampai saat ini belum mengakui kemenangan Biden.

    Biden menambahkan dia juga sudah bicara melalui telepon dengan mantan presiden Jimmy Carter, yang sekarang berusia 96 tahun.

    Biden bertekad untuk mengalahkan dua tantangan terbesar yang menghadangnya sekarang: pandemik virus corona dan ekstremisme kelompok supremasi kulit putih.

    Sesudah itu, Biden juga menyerukan agar semua elemen masyakarat menghormati satu sama lain karena persatuan adalah syarat bagi bagi kebesaran Amerika.

    “Berhentilah saling berteriak dan dinginkan suhu,” kata Biden.

    Tidak lupa dia mendedikasikan bagian dari pidatonya untuk Wakil Presiden Kamala Harris.

    “Di sini 108 tahun lalu, ribuan pengunjuk rasa berusaha menghalangi para perempuan yang dengan berani memperjuangkan hak untuk memberikan suara,” kata Biden.

    “Hari ini, kita menyaksikan pengambilan sumpah perempuan pertama dalam sejarah Amerika yang terpilih wakil presiden — Kamala Harris,” kata Biden.

    “Jangan pernah katakan ke saya bahwa perubahan itu tidak bisa terjadi,” tegas Biden, seperti dilansir BBC.

    Mandat menggunakan masker

    Salah salah satu kebijakan resmi pertamanya sebagai presiden, Joe Biden menandatangani lebih selusin perintah eksekutif dari ruang kerjanya Oval Office, Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat (AS) Rabu (20/11/21) WIB.

    Perintah tersebut beragam, mulai mandat menggunakan masker di semua properti federal hingga menghentikan pembangunan tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko. Perintah pertama Biden juga mengikat kembali AS ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengakhiri larangan perjalanan sebagian negara muslim dan meminta perpanjangan jeda pembayaran pinjaman pelajar.

    Presiden berencana menandatangani beberapa perintah lain pada minggu pertamanya menjabat. Gedung Putih diperkirakan akan mengumumkan kebijakan selanjutnya dalam beberapa hari mendatang.

    Joe Biden resmi dilantik sebagai presiden AS ke-46, dan Kamala Harris membuat sejarah sebagai orang kulit hitam, wanita, dan Amerika Asia Selatan pertama yang menjadi wakil presiden. Di tengah penjagaan ketat Washington dan upacara dengan menerapkan jarak sosial, Biden menyerukan persatuan nasional dalam pidato pengukuhannya saat krisis politik, ekonomi dan kesehatan mencengkeram bangsa.

    Biden mengambil alih kursi kepresidenan dua minggu setelah kerusuhan pendukung Trump di Capitol Hill dan kematian akibat Covid-19 terus meningkat. Sejak pandemi dimulai awal tahun 2020, virus tersebut telah menewaskan lebih 400.000 orang di Amerika Serikat.

    Anggota Kabinet Biden dijadwalkan dilantik dalam beberapa hari ke depan, termasuk Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan. Partai Demokrat juga, akan mengambil suara mayoritas di Senat setelah tiga anggota parlemen baru – Raphael Warnock dan Jon Ossoff dari Georgia, dan Alex Padilla dari California – mengambil sumpah jabatan mereka. Demikian CNBC. (S-BBC/CNBC/BS/jr)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini