34.6 C
Jakarta
Thursday, May 30, 2024

    Lippo Mall Puri tutup sementara, John Riady: “Ke depannya, bisnis-bisnis kami terus melayani para pelanggan sembari aktif mengedukasi praktik menjaga jarak dan kebersihan”

    Terkait

    Jakarta, 30/3/20 (SOLUSSInews.com) – Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Tanah Air memicu pemilik mal-mal di Ibu Kota dan sekitarnya menutup operasional sementara.

    Dilaporkan, Lippo Mall Puri yang dikelola oleh Lippo Group lewat PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) pun tutup mulai 23 Maret sampai 5 April 2020. Sementara berapa Lippo Mall di sejumlah tempat, membatasi jam operasional.

    John Riady, CEO Lippo Karawaci, menegaskan perseroan telah mengumumkan pengurangan jam operasional di berbagai mal-mal dan hotel- hotel. Aksi ini akan menghasilkan strategi penghematan biaya untuk tiga bulan ke depan.

    “Ke depannya, bisnis-bisnis kami akan terus melayani para pelanggan sembari secara aktif mempromosikan dan mengedukasi pelanggan tentang praktik menjaga jarak sosial dan kebersihan,” kata John, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip CNBC Indonesia, Senin (30/3/20).

    Berdasarkan kompilasi data, beberapa mal lainnya yang juga menutup sebagian operasional dalam beberapa waktu mendatang ialah Summarecon Mall Kelapa Gading, Bekasi dan Serpong (25 Maret – 7 April 2020), dan Plaza Indonesia (25 Maret 2020 hingga 3 April 2020), serta Senayan City (23 Maret- 5 April 2020).

    Menjadi yang terbaik

    Dari sisi keuangan, di tingkat perusahaan induk, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) saat ini memiliki lebih dari Rp 3,5 triliun dalam bentuk tunai, secara substansial dalam mata uang dolar AS dan dolar Singapura.

    John Riady mengatakan, tingkat utang bersih terhadap ekuitas perseroan yang hanya 21 persen. Tegasnya, LPKR tetap menjadi yang terbaik di antara perusahaan-perusahaan sejenis lainnya. Hal ini memastikan perseroan berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi dampak pandemi global.

    “Dalam masa yang penuh ketidakpastian ini, kami telah membuat sejumlah keputusan yang menempatkan Lippo Karawaci di posisi terbaik bagi para karyawan, pelanggan, dan pemegang saham kami, “kata John.

    “Selama tiga bulan terakhir, kami telah secara proaktif mengambil langkah langkah untuk memperkuat fleksibilitas keuangan kami dan hal ini nantinya akan membantu kami menavigasikan diri secara efektif untuk melalui suatu situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

    Menyesuaikan strategi ‘hedging’

    Selain itu, perseroan juga sudah menyesuaikan strategi lindung nilai (hedging) di awal kuartal pertama 2020 ketika nilai tukar US$/rupiah berada pada Rp13.700/US$.

    “Kami menghasilkan sekitar US$60 juta dengan memindahkan hedging kami dari Rp15.000 ke Rp17.500 untuk nilai pokok obligasi kami. Juga, keberhasilan menghapus semua obligasi yang jatuh tempo hingga 2025 melalui pembiayaan kembali obligasi kami senilai $425 juta dari tahun 2022 menjadi tahun 2025,” kata John.

    Tak hanya itu, katanya, anak perusahaan LPKR, yakni PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), dengan kepemilikan 81 persen, berhasil meluncurkan Waterfront Estates, proyek perumahan tapak terbaru.

    “Klaster pertama telah terjual habis sehingga kami kemudian membuka penjualan unit di klaster 2. Secara total, kami menjual lebih dari 304 rumah senilai Rp262,6 miliar, dengan nilai masing-masing rumah berkisar di antara Rp499 juta hingga Rp1,5 miliar, dengan total tanah seluas 25.803 m2. Hasil penjualan ini di atas target awal kami yaitu 250 rumah,” demikian John Riady, Alumnus Georgetown University dan MBA dari Wharton School of Business ini. (S-CNBC/jr)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini