27.3 C
Jakarta
Friday, June 14, 2024

    Korps Marinir TNI dan Korps Marinir Amerika latihan menembak reaksi ‘combat marksmanship’

    Terkait

    PRIORITAS, 29/4/24 (Sukabumi): Kerja sama militer antara Indonesia dan Amerika terus berlanjut. Di antaranya kerja sama latihan menembak, antara berbagai kesatuan militernya, seperti di lingkup Korps Marinir kedua negara.

    Dilaporkan, latihan bersama antara Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 1 Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan prajurit Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) terus berlanjut. Yakni, berupa latihan menembak reaksi di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir 6 Antralina, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (27/4/24) kemarin.

    Seperti dilansir ANTARA, program latihan menembak reaksi itu merupakan rangkaian dari Latihan Bersama (Latma) Reconnaissance Exchange (Reconex) 2024 antara Korps Marinir TNI AL dan United States Marine Forces Pacific (US Marforpac) First Marine Expeditionary Force (I MEF) 1st Reconnaissance Battalion pada tanggal 25 April sampai dengan 10 Mei 2024.

    materi combat marksmanship

    Lanjut dikemukakan Komandan Batalyon Intai Amfibi (Danyontaifib) 1 Korps Marinir TNI AL, Mayor Marinir Laili Nugroho, sebagaimana dikutip dari siaran resmi Korps Marinir TNI AL di Jakarta, Minggu (29/4/24), latihan menembak reaksi itu merupakan bagian dari materi combat marksmanship.

    Ia menjelaskan, latihan itu bertujuan meningkatkan kemampuan individu prajurit untuk lebih efektif dan efisien dalam menyerang target dengan ukuran, jenis senjata, dan jarak yang berbeda-beda.

    Latihan itu, kata dia, juga untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam menembak tempur terutama saat mereka ada di bawah tekanan fisik dan psikis.

    Dalam sesi latihan, prajurit Marinir dari dua negara mengasah kecepatan (speed) mereka saat menembak sekaligus kecekatan saat mengisi ulang (tactical reload).

    “Dengan kegiatan latihan teknik speed dan tactical reload, kami berharap prajurit dapat mempelajari teknik yang tepat untuk melakukan pengisian ulang dan penembakan dengan cepat serta akurat dalam proyeksi pertempuran hutan dan urban,” kata Danyontaifib 1 sebagaimana dikutip dari siaran resmi yang sama.

    Dalam rangkaian Latma Reconex 2024, beberapa materi yang diterima peserta latihan mencakup combat marksmanship, latihan menembak sniper range, tactical combat casual care (TCCC), joint-combined exchange training (JCET), close quarter battle (CQB) sUAS, ground recon patrol supported, mission planning and brief procedure, military freefall jump, dan full mission profile.

    Prajurit Marinir dari Indonesia dan AS itu pada hari Sabtu (27/4/24) juga latihan evakuasi medis udara menggunakan Helikopter Bell 412 SP dari Skuadron Udara 400 Wing Udara 2 Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) di Lapangan Pusat Latihan dan Pertempuran (Puslatpur) Marinir 6 Antralina di Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi.

    Tidak hanya di Puslatpur Marinir di Sukabumi, Latma Reconex 2024 juga digelar di Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Pondok Cabe, Tangerang, Banten, dan di Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Jakarta.

    Latma Reconex merupakan latihan bersama yang rutin digelar oleh Korps Marinir TNI AL dan Korps Marinir Amerika Serikat tiap 1–2 tahun sekali. Latma itu pada tahun 2021 dan 2023 digelar di Marine Force Reconnaisance Battalion Camp, Pendleton, California, Amerika Serikat.

    Untuk pasukan Marinir AS yang mengikuti Latma Reconex tahun ini berasal dari US Marforpac yang bermarkas di Camp H.M. Smith, Hawaiʻi, Amerika Serikat. Pasukan dari US Marforpac beroperasi di kawasan Indo-Pasifik, termasuk tergabung dalam latihan-latihan bersama dengan negara-negara mitra AS seperti Indonesia. (P-ANT/jr) — foto ilustrasi istimewa

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini