28.2 C
Jakarta
Wednesday, May 22, 2024

    Kolesterol kini tidak mengenal usia. Ini gejala dan penyebabnya

    Terkait

    PRIORITAS, 19/4/2024 (Jakarta): Kolestrol kini tidak lag memandang usia. Penyakit yang dulunya banyak diderita oleh personal yang sudah berusia lanjut, kini bisa menyerang siapa saja. Penyebabnya, salah satunya adalah gaya hidup.

    Menurut Kementerian Kesehatan, 28% dari orang Indonesia mengidap kolesterol tinggi. Kolesterol dikatakan tinggi ketika jumlah kolesterol total melebihi 240 mg/dl, sementara kadar normalnya adalah 200 mg/dl. Kolesterol total adalah gabungan dari kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL), kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL), dan trigliserida.

    Kolesterol tinggi sering dikaitkan dengan orang lanjut usia (lansia). Tetapi, mereka yang berusia lebih muda, seperti remaja dan awal 20-an juga bisa mengidap kolesterol tinggi.

    Menurut sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan di Journal of the American College of Cardiology, orang yang memiliki kolesterol tinggi di usia muda memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan stroke. Jadi, penting untuk mengetahui penyebab kolesterol tinggi di usia muda dan cara menurunkan kolesterol tinggi.

    Gejala Kolesterol Tinggi
    Kolesterol tinggi biasanya tak menimbulkan gejala. Namun, penumpukan plak di beberapa bagian tubuh tertentu akibat kolesterol, bisa menimbulkan keluhan kesehatan. Apa saja gejalanya?

    1. Mudah Mengantuk
    Sering menguap terjadi akibat pasokan oksigen ke otak berkurang. Apabila frekuensi menguap sudah tidak wajar, patut dicurigai lantaran kondisi tersebut bisa jadi disebabkan menumpuknya kolesterol yang tinggi. Akibatnya, pasokan oksigen menuju otak tidak optimal.

    2. Kesemutan
    Kesemutan pada kaki, tangan, atau bagian tubuh tertentu merupakan salah satu gejala aliran darah tidak lancar. Akibatnya, ada syaraf yang tidak mendapat pasokan darah yang optimal. Adapun kondisi aliran darah tidak lancar bisa disebabkan oleh kolesterol.

    3. Pegal pada Tengkuk atau Pundak
    Pegal pada area tengkuk atau pundak bisa terjadi karena kurangnya suplai oksigen dan darah akibat penumpukan kolesterol. Segera atasi agar tidak berkelanjutan.

    4. Rasa Nyeri di Kaki
    Nyeri pada kaki bisa jadi merupakan gejala kolesterol tinggi akibat tersumbatnya aliran di arteri, sehingga aliran darah ke kaki pun menjadi terhambat.

    5. Xanthelasma
    Yaitu endapan kolesterol yang berada di bawah jaringan kulit. Jika ini terjadi, biasanya tampak noda kuning muda di ujung kelopak mata atau muncul benjolan kecil padat di lipatan tubuh seperti tumit, siku, atau lutut.

    6. Perlemakan Hati
    Ketika hati dipenuhi lemak berkadar tinggi, timbul keluhan berupa rasa tidak nyaman, begah, bahkan mual. Keadaan seperti ini bisa meningkatkan risiko penyakit sirosis, bahkan kanker hati.

    7. Gejala Stroke
    Tingginya kolesterol dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah di otak karena kurangnya asupan oksigen dan darah. Kondisi ini yang menyebabkan seseorang mengalami gejala melemahnya salah satu sisi tubuh hingga sakit kepala yang hebat.

    8. Kram
    Gejala kolesterol tinggi juga bisa berupa kram di beberapa bagian tubuh, seperti tumit, telapak kaki, dan lainnya. Kondisi ini dapat terjadi pada malam hari saat terbangun dari tidur. Rasa nyeri itu akan hilang saat tubuh digerakkan.

    9. Dada Terasa Nyeri
    Dada yang terasa nyeri bisa menjadi tanda dari komplikasi kolesterol tinggi. Kondisi ini terjadi akibat adanya plak di dinding arteri, sehingga jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang memadai.

    10. Disfungsi Ereksi
    Plak yang terbentuk akibat kolesterol tinggi tidak hanya membuat dada terasa nyeri, tetapi juga menyebabkan disfungsi ereksi. Kondisi ini terjadi akibat aliran darah yang menuju ke penis terhambat oleh plak tersebut.

    Kolesterol diusia muda
    Secara umum, kolesterol tinggi memang lebih sering dialami oleh orang berusia lanjut. Tetapi, meski lebih jarang, orang usia muda pun bisa mengidap kolesterol tinggi. Kolesterol tinggi bahkan bisa dialami oleh anak-anak. Ini beberapa penyebabnya.

    1. Keturunan
    Kolesterol tinggi pada usia muda bisa disebabkan oleh faktor genetik. Contoh salah satu kondisi genetik yang bisa menyebabkan kolesterol tinggi pada usia muda adalah hiperkolesterolemia familial. Hal ini terjadi karena adanya mutasi pada gen reseptor LDL dan dapat diturunkan kepada anak.

    2. Gaya hidup
    Bukan hanya faktor keturunan, faktor gaya hidup pun bisa mengakibatkan kolesterol tinggi pada usia muda. Menurut Healthline, kebiasaan merokok, mengonsumsi obat-obatan tertentu, dan jarang melakukan aktivitas fisik bisa menyebabkan kolesterol tinggi.

    3. Pola makan
    Terakhir, faktor makanan pun juga bisa menyebabkan kolesterol tinggi pada orang berusia muda. Pola makan yang kaya akan lemak jenuh, sodium, gula tambahan, dan rendah serat meningkatkan risiko kolesterol tinggi.

    Cara menurunkannya
    Dilansir detikhealth, kolesterol tinggi di usia muda perlu segera diatasi agar tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius di kemudian hari. Ada berbagai cara bagi orang berusia muda untuk menurunkan kolesterol.

    1. Menerapkan pola makan sehat dan seimbang
    Untuk menurunkan level kolesterol dalam tubuh, konsumsilah makanan yang rendah akan lemak jenuh, lemak trans, sodium, dan gula tambahan. Lemak jenuh dan lemak trans mampu meningkatkan jumlah kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Lemak jenis ini bisa ditemukan di daging merah, produk susu, dan olahan margarin.

    Mengutip BetterHealth, sebaiknya pilihlah makanan yang kaya akan serat dan antioksidan, seperti sayur dan buah-buahan. Sumber protein bisa diganti dari daging merah menjadi ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

    Jika ingin memakan daging merah, batasi konsumsinya dan pastikan mengonsumsi bagian yang tidak mengandung banyak lemak. Untuk produk susu, gantilah dengan susu tanpa lemak atau susu tanpa perasa tambahan.

    2. Aktif bergerak dan berolahraga
    Menurut Mayoclinic, aktif bergerak bisa meningkatkan level kolesterol baik (HDL) dalam tubuh. Cobalah melakukan permainan olahraga favorit di akhir minggu. Luangkan juga waktu untuk berjalan kaki singkat setiap hari atau bersepeda ke tempat kerja atau sekolah.

    3. Berhenti merokok
    Rokok memiliki dampak yang signifikan terhadap level kolesterol. Merokok mengurangi level HDL dalam tubuh, yang bertugas membersihkan pembuluh darah dari LDL. Selain itu, mengutip Heart UK, merokok membuat LDL lebih lengket, sehingga lebih mudah menempel pada dinding arteri. Merokok pun bisa merusak dinding pembuluh darah dan membuat kolesterol jahat berkumpul pada bagian dinding yang rusak.

    4. Turunkan berat badan
    Bagaimana cara berat badan mempengaruhi kolesterol? Pada dasarnya, ginjal memproduksi kolesterol secara alami. Menurut WebMD, kolesterol digunakan untuk membentuk sel, menyimpan lemak, sampai menghasilkan vitamin D.

    Tetapi, berat badan berlebih mempengaruhi cara kerja tubuh saat memproduksi dan mengendalikan kadar kolesterol dalam tubuh. Kelebihan berat badan membuat ginjal memperoleh lebih banyak lemak, sehingga ginjal pun memproduksi lebih banyak trigliserida. Kadar trigliserida yang tinggi mengakibatkan produksi kolesterol yang berlebih.

    5. Tidur yang cukup
    Kualitas dan waktu tidur berpengaruh terhadap kesehatan, salah satunya level kolesterol dalam tubuh. Menurut studi tahun 2012 yang diterbitkan di The Journal of Cardiovascular Nursing, kurang tidur mampu meningkatkan kadar LDL dalam tubuh.

    Studi lain yang dilakukan oleh College of Physicians and Surgeons, Columbia University pada remaja kelas 7 sampai 12, juga menunjukkan kaitan tidur dengan kolesterol. Remaja, khususnya remaja perempuan yang tidak mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.

    6. Kelola stres
    Ketika merasa stres dan tertekan, tubuh akan memproduksi hormon adrenalin dan kortisol yang memacu hati dan mempertajam kinerja otak. Dalam jangka pendek, hormon ini bermanfaat untuk membantu kita lebih fokus.

    Namun, dalam keadaan stres berkepanjangan, tingkat kortisol yang tinggi mampu meningkatkan kadar LDL dalam tubuh. Stres pun bisa memicu pembengkakan yang mengurangi level HDL. Tak hanya itu, stres juga dapat memicu kebiasaan-kebiasaan tidak sehat, seperti merokok, minum alkohol, dan makan makanan yang tidak sehat.

    7. Batasi konsumsi alkohol
    Meminum alkohol dalam jumlah kecil memang bisa meningkatkan kadar HDL, tetapi terlalu banyak minum alkohol justru meningkatkan total kolesterol, LDL, serta trigliserida. Hal ini memicu risiko penyakit kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi dan jantung.

    Didiagnosis kolesterol tinggi pada usia muda mungkin membuat orang merasa khawatir. Tetapi dengan mengubah gaya hidup dan pola makan, kadar kolesterol bisa diturunkan. Sebaiknya berkonsultasilah juga dengan dokter untuk mendapatkan saran profesional mengenai cara menurunkan kolesterol tinggi. (P-DTK/wl)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini