PRIORITAS, 29/8/25 (Jakarta): IHSG pada Jumat (29/8/25) mengalami penurunan akibat aksi demonstrasi dua hari terakhir yang disertai kericuhan.
Indeks tersebut merosot 164 poin atau 2,05 persen ke level 7.787 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 11.11 WIB.
“IHSG pada hari ini dibuka melemah karena berkaitan erat dengan adanya aksi demonstrasi belakangan ini terutama pada hari ini,” ucap Nafan di Jakarta, Jumat (29/8/25), dilansir dari Antara.
Nafan menilai, selain faktor musiman, situasi politik dan keamanan dalam negeri turut memberikan dampak signifikan terhadap pelemahan IHSG hari ini.
Ia menambahkan, berdasarkan catatan lima tahun terakhir, pergerakan IHSG pada September cenderung bearish (melemah), sementara pada Oktober hingga Desember biasanya berbalik menjadi bullish (menguat).
“Meskipun demikian, apabila IHSG konsisten diperdagangkan di bawah 7.750, maka potensi bearish consolidation phase terbuka lebar,” kata Nafan.
Penguatan IHSG
Menurut Nafan, faktor eksternal berupa optimisme pasar terhadap rencana The Fed menurunkan suku bunga acuan pada September 2025 sebenarnya sempat mendukung penguatan IHSG.
“Secara umum, data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari perkiraan membuat optimisme penurunan suku bunga The Fed pada September terbuka lebar,” menurutnya.
Demonstrasi mulai digelar sejak Kamis (28/8/25) di depan Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, dan berlanjut hingga malam hari.
Aksi tersebut berujung ricuh dan berlanjut di sejumlah titik sampai Jumat pagi, khususnya setelah insiden yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam. (P-Zamir)