Kemnaker, GreatNusa, dan Microsoft berkolaborasi cetak talenta AI Indonesia

Giovanni Riung
Selasa, 28 Juli 2026
EKBIS 0 192
2 menit membaca

PRIORITAS, 28/7/26 (Jakarta): Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi bergandengan tangan dengan GreatNusa (BINUS University) dan Microsoft Indonesia.

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kompetensi Artificial Intelligence (AI) serta keterampilan perangkat lunak bagi tenaga kerja lokal. Langkah strategis ini diambil guna merespons pesatnya arus transformasi digital di pasar kerja.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi digital untuk mendongkrak daya saing SDM nasional. “Transformasi digital tidak bisa kita hindari. Kolaborasi dengan dunia pendidikan dan sektor teknologi menjadi langkah penting untuk mempercepat lahirnya talenta digital yang siap bersaing di tingkat global,” ujar Yassierli saat membuka acara AI Career Boost Day 2026 di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Peluang Pekerjaan Baru di Era Disrupsi

Yassierli meminta masyarakat tidak memandang AI sebagai ancaman. Sebaliknya, kehadiran teknologi ini justru membuka banyak lapangan kerja baru.

Mengutip World Economic Forum Future of Jobs Report 2025, ada sekitar 92 juta pekerjaan yang terdampak disrupsi. Namun, akan lahir 170 juta jenis pekerjaan baru berbasis teknologi hingga tahun 2030.

Data LinkedIn turut mencatat bahwa permintaan tenaga kerja berkemampuan AI di Asia Tenggara melonjak hingga 2,4 kali lipat.

Bahkan, sebanyak 69 persen pimpinan perusahaan di Indonesia enggan merekrut kandidat yang belum memiliki keterampilan AI.

AI Bukan Penyebab Utama PHK

Di sisi lain, Menaker menepis anggapan bahwa hadirnya AI akan memicu lonjakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Merujuk pada studi Anthropic tahun 2026, fenomena PHK lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi bisnis, daya saing perusahaan, dan situasi makroekonomi. Otomasi berbasis AI hanyalah salah satu faktor pendukung, bukan penyebab utama.

Sebagai langkah konkret, Kemnaker terus mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah. Program pelatihan disusun mulai tingkat dasar hingga lanjutan, termasuk bidang smart operation, baik secara luring maupun daring.

Layanan job fair berbasis daring juga terus dikembangkan demi mempercepat penyaluran tenaga kerja ke dunia usaha.

Belajar dari Keberhasilan Hyderabad

Yassierli optimistis pemanfaatan AI yang tepat mampu mendorong pertumbuhan lapangan kerja baru.

Ia mencontohkan Kota Hyderabad di India yang sukses mencatat pertumbuhan perekrutan hingga 11 persen berkat ekosistem digital yang terintegrasi.”Kalau kita mampu membangun ekosistem pengembangan talenta digital dengan baik, peluang yang sama juga bisa kita raih. Kami ingin pelatihan, sertifikasi, dan akses kerja menjadi satu ekosistem yang terhubung,” tegasnya.

Meski teknologi berkembang pesat, Menaker mengingatkan pentingnya mengasah keahlian alami manusia seperti empati, berpikir kritis, dan pengambilan keputusan.

Ia menekankan bahwa tidak ada algoritma yang bisa menggantikan empati dan kecerdasan emosional manusia. AI harus dijadikan alat bantu untuk memperkuat kualitas SDM menuju visi Indonesia Emas 2045. (P-*r/Humas Kemnaker/Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025