
Seorang laki-laki terlihat menjerit saat apartemen Wang Fuk Court terbakar, (FOTO/BBC).
PRIORITAS, 30/11/2025 (Hong Kong): Kebakaran dahsyat yang menghanguskan beberapa gedung tinggi di Hong Kong menelan sedikitnya 146 korban jiwa. Polisi mengumumkan jumlah tersebut pada Minggu dan memperingatkan kemungkinan adanya tambahan korban. Selain itu, 79 orang terluka dan sekitar 150 penghuni masih belum ditemukan.
Api mulai berkobar pada Rabu dan dengan cepat menyebar ke tujuh dari delapan blok hunian di distrik Tai Po. Publik marah dan resah karena dugaan penggunaan material mudah terbakar di bagian luar bangunan, yang diduga mempercepat penyebaran api.
Di kompleks Wang Fuk Court, ribuan warga berdatangan untuk memperingati para korban, dengan antrean pelayat mengular hingga hampir dua kilometer. Jumlah korban terus bertambah seiring proses evakuasi dan identifikasi.
Penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung. Delapan orang telah ditangkap terkait dugaan korupsi pada proyek renovasi, sementara tiga lainnya ditahan dengan tuduhan pembunuhan tidak disengaja.
Petugas pemadam baru berhasil memadamkan seluruh api pada Jumat pagi, setelah lebih dari 2.000 personel dikerahkan. Polisi kemudian memasuki bangunan untuk mencari bukti, dan proses ini diperkirakan memakan waktu tiga sampai empat minggu. Hingga Minggu, pencarian di empat blok sudah rampung.
Konsulat Indonesia di Hong Kong melaporkan tujuh warganya termasuk korban tewas, sementara satu warga Filipina juga tercatat meninggal.
Seorang petugas pemadam bernama Ho Wai-ho, 37 tahun, ditemukan tak bernyawa sekitar 30 menit setelah hilang kontak. Dinas pemadam menyebut suhu api mencapai 500°C, dan dua belas petugas terluka saat bertugas.
Penyebaran api yang sangat cepat dipicu keberadaan jaring plastik dan material mudah terbakar di luar bangunan, ditambah penggunaan perancah bambu yang menutupi gedung-gedung tersebut. Hal ini memicu perdebatan mengenai keamanan perancah bambu dalam proyek konstruksi.
Sejumlah penghuni mengaku tidak mendengar alarm kebakaran saat insiden terjadi. Pemeriksaan memperlihatkan sistem alarm di seluruh blok tidak berfungsi dengan baik.
ICAC menahan beberapa direktur perusahaan teknik dan subkontraktor perancah dalam kasus korupsi ini. Polisi menyebut pihak yang bertanggung jawab telah melakukan kelalaian berat sehingga api menyebar tanpa terkendali.
Otoritas bangunan Hong Kong menghentikan sementara pekerjaan di 30 proyek swasta sebagai langkah pencegahan.
Seorang pemuda 24 tahun juga ditahan atas dugaan hasutan setelah bergabung dalam kelompok yang menyerukan penyelidikan independen. Tragedi ini merupakan kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam lebih dari 70 tahun, sehingga pemerintah menetapkan masa berkabung tiga hari mulai Sabtu.
Upacara hening selama tiga menit digelar sebagai penanda dimulainya masa berkabung, dan bendera Hong Kong serta Tiongkok dikibarkan setengah tiang. Masyarakat terus berdatangan ke lokasi kejadian untuk meletakkan bunga, berdoa, dan menulis pesan belasungkawa.
Pekerja migran Indonesia Romlah Rosidah terkejut melihat begitu banyak orang yang datang setelah informasi acara hanya menyebar melalui media sosial. Seorang pekerja Filipina menyampaikan kedatangannya sebagai bentuk solidaritas dan dukungan.
Kompleks Wang Fuk Court, yang berdiri pada 1983, berisi 1.984 unit dengan sekitar 4.600 penghuni. Hampir 40% penduduknya berusia di atas 65 tahun, dan banyak yang telah menetap sejak hunian itu dibuka.
Dalam sejarah, kebakaran besar pada 1948 yang menewaskan 176 orang tercatat sebagai insiden kedua paling mematikan di Hong Kong, sementara tragedi Happy Valley Racecourse tahun 1918 dengan lebih dari 600 korban menjadi yang paling fatal. (P-Gio R)
No Comments