26.7 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025
spot_img

    Enam pejabat Hamas terbunuh dalam serangan terbaru Israel di Gaza

    Terkait

    PRIORITAS, 19/3/25 (Tel Aviv): Enam pejabat senior Hamas, termasuk tokoh politik dan militer utama Jihad Islam, tewas dalam serangan udara terbaru Israel, Selasa malam (18/3/25) waktu setempat (Rabu waktu Indonesia). Operasi kilat ini, dilakukan saat intelijen Israel mendeteksi Hamas mulai melakukan pengumpulan kekuatan militer dengan menggunakan masa gencatan senjata.

    Menurut pasukan pertahanan Israel (IDF), serangan bertubi-tubi Israel ini memang menyasar sejumlah tempat persembunyian para pejabat senior Hamas dan kelompoknya, yang sengaja dibangun di bawah bangunan rumah penduduk atau masyarakat sipil. Demikian seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Ynetnews, hari Rabu (19/3/25).

    Pejabat kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas mengklaim daerah padat penduduk termasuk bangunan perumahan dan sekolah darurat,  menjadi sasaran serangan pada malam hari, yang difokuskan di Kota Gaza, Rafah, dan Khan Younis.

    Pejabat kesehatan juga mengatakan gelombang serangan udara terbaru Israel ke jalur Gaza sampai Selasa malam itu telah menyebabkan 413 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

    Laporan dari Gaza menunjukkan enam anggota senior organisasi teroris tersebut telah terbunuh, termasuk Essam al-Da’alis, seorang anggota biro politik Hamas dan kepala pemerintahan kelompok teroris tersebut di Gaza. Israel telah mengisyaratkan ia terbunuh pada awal perang.

    Jihad Islam Palestina secara resmi mengonfirmasi juru bicara sayap militer kelompok teror tersebut, yang dikenal dengan nama samaran Abu Hamza, tewas akibat serangan udara terbaru Israel di Gaza, hari Selasa.

    Kantor berita Saudi Al Hadath melaporkan di antara mereka yang tewas adalah Abu Hamza, juru bicara Jihad Islam Palestina (PIJ). Kemudian, pejabat PIJ mengonfirmasi kematiannya.

    Tewas ketika bersembunyi

    Menurut laporan, Abu Hamza, yang juga menjabat sebagai komandan unit roket organisasi tersebut, tewas dalam serangan udara Israel ketika ia bersembunyi di Nuseirat bersama istri, putra, dan anggota keluarga lainnya.

    Selain itu, dilaporkan Khamis Barhoum, seorang anggota senior sayap militer Hamas, juga tewas bersama istri dan anak-anaknya ketika bersembunyi di sebuah bangunan.

    Barhoum bertanggung jawab atas pembantaian warga Israel di Kerem Shalom ketika Hamas dan kelompoknya pertamakali menyerang Israel selatan 7 Oktober 2023 lalu. Ia menjabat sebagai wakil komandan Brigade Rafah di bawah Mohammed Shabaneh.

    Yang juga telah tewas adalah Al-Da’alis. Lahir di Jabaliya dan tinggal di Nuseirat, merupakan tokoh kunci di Hamas.  Saudaranya menyatakan dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera Selasa pagi sedikitnya tiga putra al-Da’alis dan dua cucunya tewas selama pemboman IDF di Gaza Senin malam.

    Ia menjabat sebagai kepala pengawasan pemerintahan di Gaza, peran yang setara dengan perdana menteri bagi organisasi teroris tersebut sejak mengambil alih wilayah kantong tersebut pada tahun 2007.

    Ia dianggap sebagai salah satu tokoh administratif dan organisasional Hamas, yang memegang peran penting dalam mengelola urusan dan layanan sipil di Gaza.

    Ia secara aktif berpartisipasi dalam kebijakan umum pemerintahan Hamas dan juga menjabat sebagai kepala organisasi guru di UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina. Al-Da’alis juga bekerja sebagai penasihat Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyeh, yang terbunuh di Iran tahun 2024 lalu.

    Pejabat keamanan Hamas

    Bahajat Abu Sultan, pejabat keamanan senior Hamas, juga tewas dalam serangan udara Israel. Abu Sultan, yang pangkatnya setara dengan brigadir jenderal, bertanggung jawab atas operasi keamanan internal di Gaza dan memegang beberapa posisi penting di Kementerian Dalam Negeri serta dinas keamanan Hamas.

    Sebagai direktur jenderal pemerintahan Hamas di kementerian tersebut, ia memainkan peran utama dalam tata kelola kelompok tersebut dan kerap kali berpartisipasi dalam kunjungan lapangan, termasuk perjalanan pimpinan Hamas ke keluarga-keluarga tahanan.

    Yang juga tewas, Ahmed Amar Abdullah Alhata, yang dikenal sebagai “Abu Omar”. Ia menjabat sebagai direktur jenderal Kementerian Kehakiman Hamas di Gaza. Ia dikenal karena memajukan sistem peradilan Islam di wilayah kantong tersebut. Pada tahun 2021, ia juga menjabat sebagai dekan Ribat College untuk pelatihan polisi di Gaza.

    Mahmoud Abu Watfa, direktur jenderal Kementerian Dalam Negeri Hamas, merupakan korban lain dari serangan terbaru. Menurut Hamas, Abu Watfa berpangkat jenderal dan tewas bersama keluarganya dalam serangan udara di rumahnya di Kota Gaza.

    Pada bulan Januari, setelah gencatan senjata mulai berlaku, Abu Watfa muncul dalam sebuah video berbicara dengan seorang wanita Gaza, menekankan komitmennya untuk membangun kembali daerah kantong itu. Ia mengatakan kepadanya, “Kita akan membuat Gaza lebih kuat.”

    Menurut pernyataan dari polisi Hamas bulan lalu, Abu Watfa memeriksa pasukan keamanan dan polisi di Jalur Gaza, menyetujui penempatan mereka di berbagai daerah, membebaskan “semua pembuat onar” dan menekankan peran polisi dalam menjaga keamanan publik.

    Kematiannya dianggap sebagai kehilangan besar bagi Hamas dan dinas keamanannya di Gaza karena perannya yang menonjol dalam meningkatkan keamanan dan stabilitas di Jalur Gaza.

    Insinyur Hamas juga tewas

    Anggota biro politik Hamas Abu Ubaida Mohammed Al-Jamassi juga tewas. Seorang insinyur yang terlatih, menjabat sebagai kepala badan administratif kelompok teroris di Jalur Gaza selatan sebelum menemui ajalnya dalam serangan semalam.

    Penampilan publik terakhirnya adalah pada bulan Juli 2023, ketika ia menghadiri peringatan untuk salah seorang pendiri Hamas, Ramadan Al-Saifi.

    Pada bulan Juli 2017, Al-Jamassi menjabat sebagai kepala departemen hukum Hamas, di mana ia berupaya untuk membatalkan keputusan Pengadilan Eropa yang memasukkan Hamas dalam daftar organisasi teroris Uni Eropa.

    Saat itu, ia mendesak pengadilan untuk mempertimbangkan kembali keputusannya dan menekankan legitimasi perlawanan berdasarkan hukum internasional.

    Surat kabar Qatar The New Arab mengutip sumber keluarga melaporkan Selasa pagi, Yasser Harb, anggota biro politik Hamas, juga tewas dalam serangan Israel di Gaza semalam. Lima anaknya sudah tewas dalam perang sejak 7 Oktober 2023 lalu.

    Operasi udara Israel tersebut dimulai dengan penekanan pada upaya mengejutkan Hamas, setelah ratusan target baru diidentifikasi selama gencatan senjata selama dua bulan.

    Keputusan untuk melancarkan serangan udara berskala besar di Gaza ini, secara efektif mengakhiri gencatan senjata tahap pertama.

    Sebagai bagian dari serangan udara yang ekstensif, Pasukan Pertahanan Israel menargetkan komandan Hamas tingkat menengah, anggota senior politbiro Hamas, dan infrastruktur organisasi teroris tersebut.(P-Jeffry w)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Headline News

    - Advertisement -spot_img

    Terkini