
Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam puncak acara peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di JICC, Jakarta, Jumat (18/9/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden).PRIORITAS, 19/9/26 (Jakarta): Sejumlah pengamat hukum dan politik menyarankan agar pemimpin negara tidak berjoget di depan publik. Namun, pesan dan kritik dari para pakar tersebut justru menuai tanggapan santai dari ruang podium politik.
Momen menarik ini terjadi saat perayaan puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (18/9) malam.”Saya sudah dipesan saya tidak boleh joget. Jadi, pakar-pakar itu, mereka merasa tidak pantas pemimpin Indonesia joget. Gimana? Rakyat kita suka joget kok,” seloroh Prabowo yang mendulang riuh tepuk tangan dari seribuan kader seperti dilansir dari ANTARA.
Atmosfer meriah dalam acara perayaan tersebut menyita perhatian Prabowo. Ia bahkan secara terbuka meminta Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, mencatat dan mempelajari kesuksesan PAN dalam mengemas perhelatan besar.
Di tengah pidatonya, ia melempar humor segar terkait kondisi finansial partai politik yang memicu tawa para pimpinan parpol. “Saya lihat kok partai-partai lain kalau bikin acara kok gegap gempita ya. Coba itu Sekjen Gerindra coba dicatat… Ini partai yang enggak punya duit, apalagi partai yang punya duit,” ujar Prabowo.
Melihat respons para elit PAN yang tertawa mendengar kelakarnya, ia kembali mencairkan suasana. “Ini banyak pemimpin PAN senyum. Dia senyum sebetulnya dia nutupin bahwa dia enggak punya duit tadi. Tenang, tenang, Gusti Allah mboten sare,” lanjutnya.
Perhelatan di JCC ini tidak hanya menghimpun kader internal, tetapi juga menjadi wadah berkumpulnya para pejabat teras pemerintahan. (P-*Ant/Gio R)