AS dan Israel tunda serangan besar ke Iran

Jeffry Wuisan
Minggu, 2 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 2/8/26 (Washington): Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat dan Israel telah sepakat untuk menahan serangan besar terhadap Iran, setelah negara-negara Teluk dan Teheran meminta untuk mengutamakan jalur diplomasi lebih dahulu.

Trump mengaku menyetujui penundaan serangan, tapi
syaratnya kesepakatan perdamaian dengan Iran harus tercapai cepat.

“Kita baru saja diminta oleh Iran, dan negara-negara Timur Tengah lainnya, untuk menunda serangan apa pun karena batasan kesepakatan telah disetujui. Ini termasuk pembukaan Selat Hormuz secara segera, lengkap dan total, dan mengakhiri ancaman nuklir Iran”, tulis Trump di platform Truth Social miliknya, hari Minggu (2/8).

Berdasarkan permintaan ini, Presiden Trump mengatakan dia telah setuju, demi kepentingan dunia di masa depan dan juga demi kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur, untuk membatalkan serangan tersebut, dengan syarat dapat segera mencapai kesepakatan.

Menurut Trump, Amerika Serikat sebenarnya sudah siap siaga untuk menyerang Republik Islam Iran, dengan tingkat kekuatan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II.

Meski begitu, Presiden Trump menegaskan, Amerika Serikat tetap memegang komitmen untuk menegakkan kesepakatan damai.

“Negara Israel bergabung dengan saya dalam komitmen ini. Ayo, semuanya, mulai bekerja dan selesaikan ini,” tambahnya.

Pernyataan-pernyataan Trump muncul setelah pada hari Jumat ia mengancam akan menyerang Iran dengan sangat keras.

Laporan sebelumnya menyebutkan serangan besar AS terhadap infrastruktur energi serta fasilitas pengembangan nuklir Iran sedang dipertimbangkan.

Menurut laporan media AS, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, berbicara dengan Trump melalui saluran telepon, untuk menangguhkan serangan ke Iran dan menunggu kesepakatan baru dengan Iran yang sedang berjalan.

Laporan tersebut, yang mengutip sumber-sumber AS yang dekat dengan perundingan, mengatakan putra mahkota Saudi mendesak Trump untuk meredakan ketegangan. (P-*/jw)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025