Airlangga dorong investasi China untuk proyek PLTS 100 GW di Indonesia

Giovanni Riung
Sabtu, 18 Juli 2026
EKBIS 0 281
3 menit membaca

PRIORITAS, 18/7/26 (Jakarta): Pemerintah Indonesia mengundang perusahaan-perusahaan asal China untuk mengambil bagian dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW), sebagai langkah mempercepat transisi energi nasional sekaligus memperkuat hilirisasi industri.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao di Shanghai, Jumat (17/7/2026). Pertemuan itu membahas berbagai peluang penguatan kerja sama di bidang investasi, perdagangan, energi bersih, hingga kolaborasi ekonomi regional.

Airlangga menyampaikan Indonesia mengapresiasi kontribusi China dalam pembangunan PLTS Terapung Cirata yang dinilai menjadi bukti besarnya potensi kerja sama kedua negara dalam pengembangan energi terbarukan dan upaya menekan emisi karbon.

“Indonesia mengapresiasi keterlibatan investasi China dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Cirata. Proyek tersebut menunjukkan besarnya potensi kerja sama Indonesia-China dalam mendukung transisi energi, pengembangan energi bersih, dan pencapaian target penurunan emisi,” ujar Airlangga.

Pemerintah, lanjutnya, juga melihat peluang memperkuat industri panel surya di dalam negeri melalui pengembangan rantai pasok yang lebih terintegrasi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi nasional sekaligus mendukung target pembangunan PLTS 100 GW yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan ditargetkan Kementerian ESDM tercapai pada 2029.

Selain sektor energi, pembahasan turut menyoroti hubungan ekonomi Indonesia dan China yang terus berkembang. Pada 2025, nilai perdagangan bilateral mencapai 154,6 miliar dolar AS dengan rata-rata pertumbuhan 7,24 persen sepanjang periode 2021-2025.

China juga tetap menjadi salah satu investor asing terbesar di Indonesia. Sepanjang 2025, realisasi investasi dari negara tersebut mencapai hampir 8,1 miliar dolar AS atau sekitar 13 persen dari total penanaman modal asing, terutama pada sektor industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, serta transportasi dan pergudangan.

Dalam kesempatan itu, Airlangga turut mendorong percepatan implementasi skema Two Countries Twin Parks (TCTP). Hingga kini, sebanyak 30 nota kesepahaman telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun.

Menurutnya, seluruh kesepakatan tersebut perlu segera diwujudkan menjadi proyek investasi konkret. Pemerintah juga mendorong pembentukan usaha patungan (joint venture) antara pelaku usaha Indonesia dan China agar implementasi kerja sama TCTP berjalan lebih cepat.

“Berbagai Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret,” katanya.

Pemerintah Indonesia juga berharap Kementerian Perdagangan China dapat mendorong lebih banyak perusahaan asal Negeri Tirai Bambu berinvestasi di kawasan industri maupun kawasan komersial di Indonesia.

Di bidang perdagangan, Indonesia terus mengupayakan hubungan dagang yang lebih seimbang melalui peningkatan akses pasar bagi produk nasional, penguatan hilirisasi industri, peningkatan ekspor bernilai tambah, serta investasi yang berorientasi ekspor.

Airlangga menambahkan Danantara Indonesia diharapkan berperan sebagai mitra strategis dalam menarik investasi berkualitas, memperkuat rantai pasok industri, mendorong transfer teknologi, membuka lapangan kerja, hingga mendukung keseimbangan perdagangan kedua negara.

Pada pembahasan kerja sama regional, Indonesia juga meminta dukungan China terhadap pembentukan Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Indonesia serta penguatan agenda RCEP 3.0 agar mampu menjawab tantangan perdagangan global, transformasi digital, dan perubahan rantai pasok internasional.

Menjelang penyelenggaraan APEC 2026 di China, Airlangga menyatakan dukungan Indonesia terhadap kepemimpinan China dan berharap kedua negara mulai mengidentifikasi proyek-proyek prioritas yang dapat diumumkan dalam pertemuan para pemimpin mendatang.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret sehingga memberikan manfaat seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara,” ujar Airlangga. (P-Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025