
PRIORITAS, 30/11/25 (Jakarta): Inflasi November 2025 diperkirakan melambat karena harga pangan turun, sementara inflasi inti naik akibat lonjakan harga emas.
Ekonom BCA David Sumual memperkirakan inflasi November berada di 2,73% YoY, turun dari Oktober 2,86% YoY. Secara bulanan inflasi juga melambat ke 0,18% MoM dari 0,28% MoM pada Oktober.
Ia menyebut pelemahan harga minyak goreng, daging ayam, beras, dan bawang merah sebagai faktor utama.
“Inflasi sedikit melambat di November karena harga bahan pangan melambat secara tahunan,” ujar David seperti dikutip Beritaprioritas dari Kontan, Minggu (30/11/25).
Inflasi inti bergerak naik ke 2,41% YoY dan 0,22% MoM karena kenaikan harga emas masih berlanjut.
Ekonom BSI Banjaran Surya Indrastomo memproyeksikan inflasi November di 2,75% YoY dan 0,20% MoM. Ia menyatakan normalisasi harga pangan berperan besar.
Harga beras turun 0,36%, cabai merah melandai ke 0,96%, sementara daging ayam ras naik 1,11% tetapi kontribusinya terbatas
“Inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM non-subsidi yang berlaku mulai 1 November,” ujar Banjaran.
Dia menilai inflasi inti cenderung stabil karena kenaikan harga emas bulanannya tidak setinggi Oktober. David melihat tekanan naik masih kuat.
Keduanya menilai konsumsi rumah tangga tetap solid menjelang akhir tahun, terutama dari kelompok menengah-atas.
“Konsumsi rumah tangga masih tren meningkat di November, di dorong terutama masyarakat berpendapatan menengah-atas,” ungkap David.
Banjaran menyebut penjualan ritel Oktober diproyeksikan tumbuh sekitar 4% YoY dan terus naik sejak Agustus 2025.
“Optimisme konsumsi beberapa bulan mendatang juga didukung oleh lonjakan Indeks Keyakinan Konsumen ke 121,2 pada Oktober, level tertinggi sejak April 2025,” ungkap Banjaran.
Mereka berpendapat, daya beli tetap terjaga dan membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi di akhir tahun meski inflasi inti menunjukkan tekanan naik. (P-Khalied M)
No Comments