
ASN Pemkot Salatiga kompak naik sepeda ke kantor pada Jumat (10/4/26). (Beritasatu.com)PRIORITAS, 10/4/26 (Salatiga): Suasana berbeda tampak di kawasan Pemerintah Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada Jumat pagi (10/4/26). Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) terlihat berangkat kerja tanpa kendaraan bermotor, melainkan memilih menggunakan sepeda, sepeda listrik, atau berjalan kaki.
Kondisi tersebut menjadi wujud kepatuhan ASN terhadap kebijakan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah potensi krisis energi global.
Kebijakan itu mengacu pada instruksi kementerian sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berisiko mengganggu kestabilan pasokan minyak global.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan memberikan teladan dengan bersepeda dari rumah dinas menuju kantor. Di sisi lain, Wakil Wali Kota Nina Agustin memilih menggunakan sepeda listrik sebagai sarana transportasi hemat energi.
Ketergantungan pada bahan bakar fosil
Robby menuturkan, kebijakan tersebut bertujuan menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus mendorong penerapan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan di kalangan ASN.
“Barusan saya berangkat dari rumah dinas ke Kantor Pemkot Salatiga memakai sepeda. Ternyata lebih cepat bisa selap-selip dan tentunya bisa lebih menyehatkan,” ucap Robby kepada Beritasatu.com.
“Kami berharap pada pekan depan seluruh pegawai sudah bisa berlepas dari kendaraan berbahan bakar fosil untuk perjalanan ke kantor,” tuturnya.