31.1 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025
spot_img

    Yahya Sinwar diangkat jadi pemimpin baru Hamas, Israel ancam akan lenyapkan

    Terkait

    PRIORITAS, 7/8/24 (Tel Aviv): Situasi tegang masih terus berlanjut pasca tewasnya pemimpin Hamas.

    Terkini, para pejabat Israel mengumumkan, negaranya siap melenyapkan pemimpin baru Hamas, Yahya Sinwar.

    Sinwar menggantikan Ismail Haniyeh yang dibunuh di Iran.

    “Penunjukan anggota Hamas Yahya Sinwar sebagai pemimpin baru menggantikan Ismail Haniyeh adalah alasan kuat untuk menghapus dia dan organisasi ini dari muka bumi,” tulis Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel di jejaring sosial X pada Selasa (6/8/24) waktu setempat.

    Sementara itu, pada hari yang sama, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan, hanya ada satu tempat untuk Yahya Sinwar dan itu, ialah, di sebelah Mohammed Deif. Keduanya dituduh berpartisipasi dalam serangan pada 7 Oktober 2023.

    Deif merupakan pemimpin Brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap bersenjata Hamas. Dia dituduh oleh Israel memulai, merencanakan dan mengorganisir serangan di bagian selatan negara itu.

    Pada tanggal 1 Agustus, IDF mengumumkan, pasukan Israel telah menewaskan Deif dalam serangan udara pada 13 Juli 2024.

    “Satu-satunya posisi yang kami siapakan untuk Sinwar adalah bersama Deif,” ujar Hagari.

    Ia tidak menyebutkan nama Haniyeh yang tewas dibunuh di Teheran.

    Paling dicari Israel

    Sementara itu, Hamas mengumumkan penunjukan Sinwar sebagai kepala politiknya menggantikan Haniyeh. Sinwar ialah salah satu anggota Hamas yang paling dicari oleh Israel karena diduga mendalangi serangan Hamas pada awal Oktober 2023.

    Selanjutnya, Hizbullah, sekutu Hamas, mengucapkan selamat kepada Sinwar. “Penunjukan tersebut menegaskan bahwa musuh tidak mencapai tujuannya dengan membunuh para pemimpin dan pejabat Hamas,” katanya.

    Disebutkan, kelompok ini percaya, ini ialah pesan yang kuat kepada Israel, AS dan sekutunya, dimana “Hamas bersatu dalam keputusannya, teguh dalam prinsipnya, teguh dalam pilihannya dan bertekad untuk melanjutkan jalur perlawanannya.”

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mendesak pemimpin baru Sinwar untuk menerima gencatan senjata di Jalur Gaza.

    “Dia telah dan tetap menjadi pengambil keputusan utama dalam gencatan senjata,” kata Blinken.

    “Posisi baru ini hanya semakin menekankan fakta bahwa dia mempunyai hak suara paling besar dalam memutuskan apakah akan menerapkan gencatan senjata atau tidak,” kata Blinken

    Sedangkan juru bicara Hamas, Osama Hamdan menegaskan, Sinwar akan melanjutkan pertukaran sandera dan negosiasi gencatan senjata di Jalur Gaza. “Masalahnya bukan pada perubahan yang dilakukan Hamas,” kata Hamdan seraya menyalahkan Israel dan Amerika Serikat atas kegagalan mencapai kesepakatan.

    Kemudian Hamdan juga menyatakan, Hamas akan teguh di medan perang dan politik. “Kepemimpinan kami saat ini telah memimpin perang selama lebih dari 305 hari dan tetap teguh di medan perang,” tegas Osama Hamdan. (P-BSC/jr) — foto ilustrasi istimewa

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Headline News

    - Advertisement -spot_img

    Terkini