31.1 C
Jakarta
Tuesday, May 21, 2024

    Wuauw !!! Bikin haru, pendukung menangis saat pidato kemenangan Biden: “Saya Presiden yang mempersatukan”

    Terkait

    Delaware, 8/11/20 (SOLUSSInews.com) – Hari Sabtu (7/11/20) sekitar pukul 20.30 waktu setempat, Presiden terpilih AS Joe Biden bersama wakil presiden terpilih Kamala Harris menyampaikan pidato pertama kemenangan mereka dalam Pilpres Amerika di Wilmington, Delaware. Di hadapan pendukungnya, Biden menegaskan, dirinya adalah presiden yang akan mempersatukan seluruh warga AS.

    “Saya berjanji menjadi presiden yang tidak akan menciptakan perpecahan, tetapi yang mempersatukan. Siapa pun tidak akan melihat negara bagian berwarna merah atau biru, tetapi hanya melihat Amerika Serikat,” tegasnya yang membuat haru para pendukung, hingga banyak menitikkan airmata.

    Joe Biden saat menyampaikan pidato kemenangan sebagai presiden terpilih dalam Pilpres Amerika, di Wilmington, Delaware, Sabtu (7/11/2020) malam waktu setempat.

    Joe Biden saat menyampaikan pidato kemenangan sebagai presiden terpilih dalam Pilpres Amerika, di Wilmington, Delaware, Sabtu (7/11/20) malam waktu setempat. (Foto: CNN)

    Sebagaimana diketahui, warna merah dan biru yang dinyatakan Biden tersebut merujuk pada merah sebagai warna Partai Republik dan biru warna Demokrat.

    BACA JUGA

    Biden memenangi Pilpres setelah merebut batas minimal suara elektoral 270, dari total 538 suara elektoral. Berdasarkan hasil penghitungan sementara, sebagaimana dikutip dari Fox News, Biden meraup 290 suara elektoral, sedangkan Capres petahana Donald Trump memperoleh 214 suara elektoral.

    Mantan Wapres selama masa kepresidenan Barack Obama 2009-2017 itu mengklaim hasil sementara penghitungan suara sebagai “kemenangan yang jelas”. “Rakyat di negeri ini telah menyampaikan suaranya. Mereka mengirim pesan kepada kita kemenangan yang jelas. Kemenangan yang meyakinkan. Kemenangan bagi seluruh rakyat,” katanya.

    Kepada pendukung Donald Trump, Biden menyampaikan dirinya menyadari ada kekecewaan. “Tetapi, saatnya kita memberi kesempatan satu sama lain. Kini saatnya membuang retorika yang saling menyerang, kita diinginkan suhu. Untuk mencapai kemajuan, kita harus berhenti menjadikan mereka yang tidak sependapat sebagai musuh kita. Mereka bukanlah musuh, mereka adalah sesama rakyat Amerika,” serunya yang kembali membuat haru para penfdkungnya.

    Biden juga meminta partai-partai untuk mulai bekerja sama. “Jika kita bisa memilih untuk tidak bekerja sama, tentu kita bisa memutuskan untuk bekerja sama. Kerja sama adalah mandat dari pemiliha ini. Rakyat menghendaki kita untuk saling bekerja sama demi kepentingan mereka, dan pilihan inilah yang akan saya wujudkan,” tegasnya.

    Penanganan Covid-19

    Dia kembali menegaskan prioritasnya untuk menangani krisis akibat pandemi Covid-19. “Pekerjaan akan kita awali dengan mengendalikan Covid,” tegasnya lagi.

    Untuk itu, dia mengungkapkan akan membentuk sebuah panel yang terdiri dari para ahli terkait penanganan pandemi, di dalam tim transisi. “Semua hal yang akan terjadi sangat bergantung pada bagaimana kita membuat pandemi ini di bawah kendali kita,” jelasnya, sepertu dilansir Foxnews.com.

    Ajakan Biden

    Dari Washington, dilaporkan lebih lanjut, dalam pidato pertamanya sebagai Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden meminta seluruh warga AS untuk bersatu dan pulih bersama, Sabtu (7/11/20) waktu setempat.

    “Ini adalah waktu bagi Amerika untuk memulihkan diri,” kata Biden.

    President-elect Joe Biden speaks Saturday, Nov. 7, 2020, in Wilmington, Del. (AP Photo/Andrew Harnik)
    (Foto: CNBC)

    Biden akhirnya terpilih sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat setelah menang di negara bagian Pennsylvania, sehingga secara total dia mendapat 273 suara elektoral.

    “Kita berhasil memenangkan Pemilu dengan partisipasi terbanyak…dan kita bisa menyaksikan ini di penjuru negeri, di semua kota, dan di seluruh dunia, meluapkan kegembiraan.”

    Sejauh ini, surat suara yang sudah dihitung sekitar 144 juta suara atau sekitar 61,8 persen dari jumlah pemilih. Dan diproyeksikan tingkat partisipasi pemilih akan mencapai 66,4 persen dari jumlah pemilih.

    Jika proyeksi Washington Post dan Edison Research ini tercapai, Pemilu AS 2020 akan menjadi Pemilu dengan tingkat partisipasi tertinggi sejak 1960 sebesar 63,8 persen (partisipasi lebih tinggi di era 1900an tetapi saat itu jumlah pemilih lebih sedikit dan perempuan tidak punya hak pilih).

    Kepada pendukungnya, Biden mengatakan pendukung Trump bukan musuh mereka, “mereka adalah warga negara AS.”

    “Saya akan bekerja sebagai presiden yang menyatukan bukan memisahkan. Saya tidak akan memandang negara bagian ‘merah’ atau ‘biru’, saya melihat Amerika Serikat sebagai kesatuan (United States).”

    “Mari kita akhiri era kelam di Amerika sekarang juga,” kata dia.

    Biden mengatakan prioritas pertamanya sebagai presiden ialah mengendalikan wabah Covid-19.

    “Senin nanti, saya akan mengumumkan ilmuwan terkemuka dan para ahli sebagai Penasihat Transisi untuk membantu merealisasikan cetak biru kebijakan Covid Biden-Harris yang akan dimulai pada 20 Januari 2021. Kebijakan ini akan berlandaskan sains, kasih sayang, empati, dan kepedulian.”

    “Saya tidak akan tanggung-tanggung dalam usaha dan komitmen saya memutarbalikkan pandemi ini,” tambah Joe Biden, seperti dirangkum dari CNBC.com, dan Washington Post. (S-FN/CNBC/WP/jr)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini