
Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar, pada Rakorwil TPAKD Sulutgo, di Manado. (ANTARA/Nancy Tigauw).PRIORITAS, 30/7/26 (Talaud): Upaya peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat di kawasan pulau terluar Sulawesi Utara masih membentur kendala geografis. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui pelaksanaan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) belum berjalan optimal di tiga wilayah kepulauan, yakni Kabupaten Kepulauan Talaud, Sangihe, dan Sitaro.
Kepala OJK Sulutgo, Robert Sianipar, mengungkapkan pada Kamis bahwa faktor cuaca ekstrem serta sulitnya akses mobilitas antarpulau menjadi tantangan utama di lapangan. Kondisi ini membuat kegiatan edukasi tatap muka cukup sulit menembus daerah perbatasan tersebut.
Menyiasati kendala tersebut, OJK berencana mempererat sinergi dengan pemerintah daerah setempat dan kalangan industri jasa keuangan. Penggunaan media sosial serta platform digital akan dioptimalkan agar materi literasi dapat menjangkau warga kepulauan secara lebih merata.
Langkah percepatan ini dipandang vital demi memperluas akses layanan keuangan formal bagi warga di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Pemahaman finansial yang merata diyakini mampu membentengi masyarakat dari jeratan penipuan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Secara keseluruhan di Sulawesi Utara, program Gencarkan sebenarnya telah mencatatkan hasil yang cukup masif. Sejauh ini, sebanyak 115 kegiatan edukasi telah digelar dengan merangkul lebih dari 90 ribu peserta di 12 kabupaten dan kota.
OJK menargetkan seluruh kabupaten di Sulawesi Utara, termasuk daerah perbatasan, bisa tersentuh program ini secara menyeluruh. Gabungan metode sosialisasi langsung dan media edukasi digital diharapkan membuat masyarakat makin bijak dalam memanfaatkan produk keuangan modern. (P-Gio R)