25.6 C
Jakarta
Tuesday, June 18, 2024

    Prabowo miliki dana prioritas Rp1.906 T, Sri Mulyani beberkan APBN 2025 di DPR

    Terkait

    PRIORITAS, 20/5/24 (Jakarta): RAPBN 2025 mendatang telah dirancang. Di dalamnya termuat beragam anggaran dan belanja negara yang bakal dilaksanakan pemerintahan Prabowo-Gibran.

    Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 itu terungkap di DPR RI, Senin (20/5/24) ini yang disiarksn secara luas oleh berbagai media.

    Termasuk, adanya total nilai anggaran untuk empat program prioritas sekitar Rp1.906,4 triliun bagi pemerintahan Presiden terpilih, Prabowo Subianto nsnti.

    Ya, hari ini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah membacakan rancangan awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun anggaran 2025. Pelaksanaan anggaran akan dilaksanakan oleh pemerintahan presiden terpilih 2024-2029.

    Sri Mulyani mengemukakan rancangan awal APBN 2025 itu dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-17 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2023-2024, dengan agenda Penyampaian Pemerintah terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2025, Senin, 20 Mei 2024.

    “Kita terus berkomunikasi dengan dengan tim maupun orang-orang yang ditunjuk oleh Pak Prabowo. Sehingga apa yang kita tuangkan akan bisa sedapat mungkin memasukkan seluruh aspirasi sehingga pemerintah baru programnya dan prioritas pembangunannya tetap bisa berjalan tanpa harus menunggu waktu,” kata Sri Mulyani saat ditemui seusai Rapat Paripurna di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (20/5/24).

    Empat program prioritas

    Sri Mulyani mengatakan, dalam RAPBN 2025 telah dirancang belanja untuk program prioritas pemerintahan mendatang, di antaranya terkait dengan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan sosial (Perlinsos). Total nilai anggaran untuk empat program prioritas itu sekitar Rp1.906,4 triliun.

    Dari sisi program pembangunan infrastruktur, Sri Mulyani katakan perlu dilanjutkan untuk mendukung percepatan transformasi ekonomi dan sosial melalui penguatan infrastruktur konektivitas, energi, pangan, digital, serta melanjutkan pembangunan IKN.

    “Melalui infrastruktur yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, daya saing, efisiensi sistem logistik, dan mendorong mobilitas serta produktivitas. Untuk mendukung penguatan infrastruktur tersebut, anggaran infrastruktur pada tahun 2025 berkisar Rp404,2 triliun sampai dengan Rp433,9 triliun,” ucap Sri Mulyani.

    Sementara itu, untuk belanja prioritas program pendidikan, akan diarahkan untuk merealisasikan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing ditempuh melalui beberapa program unggulan, antara lain peningkatan gizi anak sekolah, penguatan mutu sekolah, perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan angka partisipasi kasar PAUD dan Perguruan Tinggi, penguatan kualitas tenaga pengajar, serta penguatan vokasional.

    “Berbagai program unggulan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses, kualitas, dan dapat menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha atau link and match. Untuk mendukung penguatan mutu pendidikan tersebut anggaran pendidikan pada tahun 2025 diperkirakan berkisar Rp708,2 triliun sampai dengan Rp741,7 triliun,” tuturnya.

    Efektivitas program Jaminan Kesehatan Nasional

    Adapun belanja prioritas program kesehatan, diarahkan untuk mewujudkan kesehatan yang berkualitas dilakukan dengan mendorong efektivitas program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga dapat meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas dan meningkatkan financial protection bagi masyarakat.

    “Di sisi lain, anggaran kesehatan juga diarahkan untuk akselerasi penurunan stunting dan kasus penyakit menular, penguatan fasilitas kesehatan, serta penambahan bantuan gizi bagi balita dan ibu hamil. Untuk mendukung kualitas kesehatan tersebut, anggaran kesehatan tahun 2025 diperkirakan berkisar Rp191,5 triliun hingga Rp217,8 triliun,” tegas Sri Mulyani.

    Anggaran Perlinsos Rp496,9 Rp513,0 triliun

    Terakhir, belanja prioritas untuk program Perlinsos diarahkan upaya mempercepat pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan antardaerah. Belanja ini akan ditempuh melalui beberapa program unggulan dengan penguatan Perlinsos pemberdayaan dan penguatan Perlinsos sepanjang hayat.

    Perinsos pemberdayaan dan perlinsos sepanjang hayat ini menurut Sri Mulyani dapat mempercepat graduasi pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pembiayaan untuk rumah layak huni dan terjangkau, mendorong petani makmur, nelayan sejahtera, termasuk mempercepat desa mandiri.

    “Melalui berbagai program unggulan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas perlinsos dalam mengurangi beban kebutuhan pokok, meningkatkan pendapatan, serta memutus rantai kemiskinan dan mengurangi ketimpangan. Anggaran Perlinsos pada tahun 2025 berkisar Rp496,9 triliun sampai dengan Rp513,0 triliun,” ujar Sri Mulyani. (P-CNBCi/jr) — foto ilustrasi istimewa

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini