28.2 C
Jakarta
Wednesday, May 22, 2024

    Perusahaan di kawasan industri Lippo Cikarang diajak Kapolres patungan beli ‘screening mobile’, OTG kini rawan tularkan virus corona

    Terkait

    Cikarang, 26/6/20 (SOLUSSInews.com) – Semua industri dan komersial di semua kawasan industri, termasuk di kawasan Lippo Cikarang, diajak Kapolres Metro Kabupaten Bekasi, Kombespol Hendra Gunawan untuk patungan membeli screening mobile, agar bisa dengan cepat mendeteksi kemungkinan adanya orang atau karyawan yang sudah terinfeksi maupun berpotensi menularkan virus corona.

    Kapolres Metro Kabupaten Bekasi, Jawa Barat selaku Wakil Ketua I Gugus Tugas Penanganan Covid-19, mengatakan, pasca-PSBB, yakni memasuki era new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB), ternyata terjadi peningkatan tajam penyebaran virus corona. Rekor terjadi pada tanggal 18 Juni 2019 yang mencapai angka lebih 1.300 orang positif terinfeksi Covid-19 secara nasional.

    Bahkan, memasuki era new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB) tersebut, orang tanpa gejala (OTG) sangat rawan menularkan virus corona ke mana-mana. Karena, orang ini tak ada gejala sakit, tetapi ke mana pun ia pergi sangat berpotensi menularkan virus corona,” katanya di MaxxBox Orange County, Lippo Cikarang, Jumat (26/6/20).

    Untuk itu, khusus di Kabupaten Bekasi, menurutnya, penting dilakukan peningkatan kegiatan tracking, traccing dan screening, juga perbaikan sanitasi lingkungan, agar penularan virus mematikan ininbisa diantisipasi. Salah satunya dengan mengadakan ‘screening mobile’,” ujarnya.

    Selain itu, di mana pun harus diterapkan protokol kesehatan tangkal Covid-19, termasuk pengawasan secara ketat. “Kita harus kerja keras, secara bersama-sama, tidak hanya Pemerintah Kabupaten, Dinas Kesehatan, Polri dan TNI, guna menghambat penyebaran virus corona secara masif, dan konprehensif,” katanya lagi.

    Ia mengatakan itu dalam acara “Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru dalam rangka meningkatkan produktivitas dan aman Covid-19” bagi para perwakilan industri dan komersial di kawasan industri di Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

    Sosialisasi ini diikuti perwakilan dari tenant-tenant industri dan komersial yang ada di lingkungan kawasan industri Lippo Cikarang, dihadiri lebih dari 70 manajer, dengan masing-masing duduk berjarak 1,5 meter.

    Mengenai jumlah warga terinfeksi virus corona di Kabupaten Bekasi, menurutnya, hingga 25 Juni 2020, mencapai 246 kasus. “Dan 210 di antaranya dinyatakan sembuh, atau 90 persen, sedangkan meninggal 20 orang, di bawah 10 persen,” ungkapnya, didampingin Kapoksek Cikarang Selatan, Kompol Sukadi, Agna Sujuddiena, Township Enginering Head PT Lippo Cikarang Tbk dan Sue Eunike Marlene, Industrial Services Head PT Lippo Cikarang Tbk.

    Data ini menunjukkan kondisi masih terkendali, jika dibanding dengan daerah-daerah lain yang masuk kawasan Jabodetabek, atau Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi.

    Bentuk gugus tugas 

    Dia juga bersyukur, dari evaluasi terhadap 11 sektor industri yang tetap diizinkan beroperasi oleh pemerintah, ternyata mampu menjabarkan protokol kesehatan secara baik.

    “Malah itu sudah jadi budaya, sistem dan perilaku. Pertahankan itu, jangan muncul klaster-klaster baru di lingkungan kawasan industri ini,” katanya mengingatkan.

    Diungkapkan, dari 5.000-san perusahaan di kawasan industri, hanya satu perusahaan kena.

    Yang ditemukan pun merupakan kasus positif impor, tidak domisili di Kabupaten Bekasi.

    Memasuki AKB atau era new normal, semua kawasan industri wajib bentuk sub gugus tugas kawasan. Juga di perusahaan masing-masing dibentuk unit gugus tugas.

    “Nanti akan dilantik oleh Bupati Bekasi segera,” ujarnya.

    Dikatakan, sub-sub dan unit-unit gugus tugas ini ialah berfungsi melakukan sosialisasi, ekonomi, edukasi, keamanan dan seterusnya terkait upaya pemutusan penyebaran Covid-19.

    Beli ‘PCR Mobile’

    Gugus tugas di level kawasan dan perusahaan masing-masing harus secara ketat mendampingi, mengawas, mengawal, mengendalikan serta mengamankan lingkungan kerja masing-masing.

    Nantinya sub-sub dan semua unit gugus tugas tersebut terus berkoordinasi dengan Muspika/Tripika serta pihak Puskesmas terdekat.

    Dianjurkan pula untuk bikin klinik kesehatan, dan patungan dalam pengadaan PCR Mobile.

    “Kita harus bersama-sama menggencarkan PCR test, Swab Test, screening mobile di sekitar kawasan industri dan perusahaan masing-masing. Jika ada yang reaktif, harus segera diminta isolasi diri, terapkan WFH kepadanya,” demikian Kombespol Hendra Gunawan. (S-edp/jr)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini