27.2 C
Jakarta
Friday, May 24, 2024

    Minahasa Hebat (HBAT) targetkan pendapatan bersih Rp65,4 M

    Terkait

    Paparan publik PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT), usai RUPST Tahun Buku 2023 di Jakarta, Rabu (15/5/24).

    PRIORITAS, 15/5/24 (Jakarta): Perusahaan real estat berbasis di Minahasa, Sulawesi Utara, PT Minahasa Membangun Hebat Tbk, semakin hebat saja kinerjanya.

    Secara resmi, PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT), menargetkan pendapatan bersih mencapai Rp 65,4 miliar pada 2024 atau meningkat 34 persen dibandingkan target tahun 2023.

    Pihak pereseroan memaparkan, sepanjang tahun lalu, Minahasa Membangun Hebat mencatatkan pendapatan bersih Rp37,5 miliar atau naik 10,75 perseb dari tahun 2022 yang sebesar Rp33,86 miliar.

    Disebutkan, kenaikan pendapatan bersih seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi secara masif, sehingga meningkatkan daya beli masyarakat yang didukung oleh percepatan proses pembangunan unit-unit rumah siap untuk dipasarkan.

    Perseroan mampu mencatatkan laba bersih tahun 2023 sebesar Rp9,65 miliar, kendati melandai dibandingkan tahun sebelumnya Rp13,91 miliar. Hal itu seiring dengan kenaikan biaya produksi yang dipicu oleh kenaikan harga bahan baku.

    Potensi sektor properti masih tinggi 

    Direktur Utama Minahasa Membangun Hebat (HBAT), Go Ronny Nugroho menjelaskan, pertumbuhan pendapatan dari tahun ke tahun adalah hasil kerja keras seluruh manajemen dalam menerapkan strategi dan prinsip keberlanjutan. Tahun lalu, perseroan mampu merealisasikan 77 persen dari target pendapatan bersih yang sebesar Rp48,9 miliar.

    “Kami komit untuk merealisasikan target tahun ini, yang didukung oleh beberapa indikator makro ekonomi dan keunggulan kompetitif perseroan,” kata Go Ronny Nugroho dalam paparan publik, usai RUPST Tahun Buku 2023 di Jakarta, Rabu (15/5/24).

    Adapun beberapa indikator pendukung prospek bisnis 2024 ialah pertumbuhan ekonomi nasional 2023 yang tumbuh 5,05 persen dan diprediksi terus berlanjut pada 2024, termasuk di sektor properti.

    Selain itu, potensi sektor properti masih tinggi, jika mengacu data Survei Ekonomi Nasional (Susenas) 2021 yang menunjukkan kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan (backlog) di Indonesia mencapai 12,71 juta rumah tangga.

    Di sisi lain, potensi kredit pemilikan rumah (KPR) masih tinggi karena setiap tahun ada sekitar 800.000 keluarga baru yang menjadi pasar potensial, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS). Bank Indonesia (BI) juga memperpanjang pelonggaran rasio loan to value (LTV) KPR demi mendorong sektor properti. Khusus sektor properti di Sulawesi Utara, yang menjadi basis emiten berkode saham HBAT tersebut, diprediksi terus naik setelah tahun 2023 tumbuh 3,75%.

    Memiliki keunggulan kompetitif

    Go Ronny menjelaskan, perseroan juga memiliki sejumlah keunggulan kompetitif, di antaranya lokasi proyek yakni Perumahan Sawangan Permai yang strategis dan berbatasan langsung dengan Manado, Ibu Kota Sulawesi Utara.

    Direktur HBAT, Andrie Rianto mengungkapkan, perseroan masih memiliki sisa dana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebesar Rp5 miliar per Desember 2023, setelah dana IPO sebesar Rp18,79 miliar dialokasikan sesuai dengan rencana.

    Pada 28 Juli 2023, perseroan mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menawarkan sebanyak 240.740.800 saham dengan harga perdana Rp108 per saham. Pada 7 Agustus, saham HBAT resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan meraih dana IPO Rp26 miliar sebelum dikurangi biaya emisi.

    “Dana hasil IPO digunakan untuk pembelian landbank 46,2 persen, biaya pembangunan fasilitas umum, sarana, dan prasarana perumahan 45,36 persen, serta sisanya untuk modal kerja,” ungkap Andrie, seperti dikutip Investor Daily.

    Perseroan juga berencana membagikan dividen mulai tahun 2025 sebesar 20 persen dari laba bersih 2024. Namun, pembagian dividen ini harus memenuhi ketentuan UU Perseroan Terbatas (PT), yakni boleh dibagikan bila perseroan mempunyai saldo laba positif.

    Total ekuitas meningkat

    Per Desember 2023, total ekuitas HBAT naik 93 persen menjadi Rp69,83 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp36,24 miliar, karena ada tambahan modal disetor.

    Dari ekuitas tersebut, ada saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp25,05 miliar, naik 59 persen dari tahun sebelumnya Rp15,74 miliar. Total aset naik 78 persen menjadi Rp70,78 miliar pada Desember 2023 dari tahun sebelumnya Rp39,57 miliar, karena aset lancar dan aset tetap meningkat signifikan.

    Dengan total kewajiban Rp950,97 juta per Desember 2023, rasio debt to equity ratio (DER) HBAT hanya sebesar 0,013 kali. Itu berarti, kemampuan perseroan membayar utang jangka pendek maupun utang jangka panjang masih terkendali. (P-ID/jr) — foto ilustrasi istimewa

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini