PRIORITAS, 23/3/25 (Tel Aviv): Serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Jalur Gaza selatan menewaskan Menteri Perencanaan Strategis dan Militer Hamas, Salah al-Bardawil. Dengan kematian Bardawil, sudah delapan pejabat senior Hamas dan Jihad Islam terbunuh dalam serangan Israel sepekan ini.
“Serangan udara Israel di Jalur Gaza selatan Sabtu malam menewaskan pemimpin politik Hamas Salah al-Bardawil”, kata pihak militan Hamas, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Times of Israel, hari Minggu (23/3/25).
Bardawil adalah anggota sayap politik kelompok teror terkenal yang memberikan wawancara media selama bertahun-tahun.
Dalam sebuah pernyataan, kelompok teror Hamas menuduh Israel membunuh Bardawil dan istrinya dengan serangan pesawat nirawak, di sebuah tenda penampungan di Khan Younis selatan Jalur Gaza.
“Darahnya, darah istrinya dan para martirnya, akan terus mengobarkan pertempuran pembebasan dan kemerdekaan. Musuh kriminal tidak akan mematahkan tekad dan keinginan kami,” kata kelompok teror itu.
Pasukan Pertahanan Israel dalam pernyataan kemudian mengonfirmasi telah membunuh Bardawil. Menurut IDF, Bardawil, mengepalai kementerian perencanaan dan pengembangan. Ia Juga memimpin perencanaan strategis dan militer Hamas, termasuk di tengah perang.
Pembunuhannya merupakan pukulan terhadap fungsi militer dan kemampuan pemerintahan Hamas. Bardawil adalah pejabat politik Hamas ketiga yang tewas dalam serangan udara Israel.
Kepala pemerintahan de facto kelompok teror itu, Issam Da’alis, dan kepala keamanan internal Mahmoud Abu Watfa tewas pada hari Selasa, bersama dengan lima pejabat lainnya. Banyak anggota politbiro lainnya yang tewas sebelumnya dalam pertempuran tersebut.
Menghancurkan Hamas
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berulang kali mengatakan bahwa salah satu tujuan utama perang adalah menghancurkan Hamas, baik sebagai militer maupun entitas pemerintahan. Perang tersebut dipicu oleh serangan kelompok teror tersebut pada tanggal 7 Oktober 2023.
Otoritas medis yang dikelola Hamas di Gaza mengatakan sedikitnya 19 orang, termasuk Bardawil, tewas dalam serangan semalam. Jumlah korban yang dikeluarkan oleh otoritas Hamas tidak dapat diverifikasi atau dikonfirmasi secara independen dan tidak membedakan antara kombatan dan warga sipil.
Para saksi mata mengatakan ledakan terdengar di seluruh Gaza pada Sabtu malam dan Minggu dini hari. Pada Minggu pagi IDF mengumumkan mereka telah memulai kembali operasi darat di Beit Hanoun, Gaza utara sehari sebelumnya.
Militer mengatakan serangan di sana ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur Hamas dan memperluas zona penyangga di sepanjang perbatasan.
Selama operasi tersebut, jet tempur Angkatan Udara Israel menyerang beberapa target Hamas di daerah tersebut. (P-Jeffry W).