Isu Kas Negara Tinggal Rp120 Triliun Heboh, Menkeu Purbaya Buka Suara: “Uang Kita Masih Banyak!”

Sem Muhaling
Minggu, 26 April 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 25/4/2026 (JAKARTA): Menkeu Keuangan RI Purbaya Yudi Sadewa secara tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa kas negara saat ini hanya tersisa Rp120 triliun. Purbaya menekankan bahwa angka tersebut tidak mencerminkan total keseluruhan keuangan negara, melainkan hanya bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang disimpan di Bank Indonesia.
Dalam keterangannya di Jakarta (24/4/2026), Purbaya menjelaskan bahwa total SAL pemerintah saat ini mencapai Rp420 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp120 triliun berada di Bank Indonesia, sementara sisanya telah dimanfaatkan sebagai strategi pemerintah untuk memperkuat likuiditas perbankan nasional.

Strategi optimalisasi kas negara

Langkah penempatan dana di perbankan ini merupakan upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan optimal, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Purbaya memastikan dana yang ditempatkan bersifat deposito on call yang aman dan dapat ditarik kapan saja saat dibutuhkan oleh pemerintah. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah cerdas agar dana negara tetap produktif tanpa mengurangi ketersediaannya.


Kinerja fiskal kuartal I-2026

Selain memberikan klarifikasi terkait kas negara, Purbaya memaparkan kinerja fiskal hingga akhir Maret 2026 yang menunjukkan tren positif. Pendapatan Negara tercatat mencapai Rp574,9 triliun, tumbuh 10,5% secara tahunan (year-on-year).
Untuk penerimaan Pajak mengalami lonjakan signifikan sebesar 20,7%. Sedangkan belanja pemerintah meningkat sebesar 31,4%.
Meskipun belanja meningkat, pemerintah berhasil menjaga defisit APBN tetap terkendali di level 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan indikator-indikator tersebut, pemerintah memastikan bahwa kondisi fiskal Indonesia saat ini dalam posisi yang sehat dan mampu terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Isu yang menyebut kas negara Indonesia hanya tersisa Rp120 triliun memicu kegaduhan di publik. Pemerintah pun langsung bergerak cepat meluruskan informasi tersebut.
Karena itu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dengan tegas membantah kabar tersebut. Ia memastikan kondisi keuangan negara masih aman dan terkendali.
“Enggak usah takut soal APBN, masih cukup. Uang kita masih banyak,” tegas Purbaya dalam keterangannya di Jakarta sebagaimana diberitakan AntaraNews.


Rp120 triliun bukan seluruh kas negara

Purbaya menjelaskan, angka Rp120 triliun yang beredar bukan mencerminkan keseluruhan kas negara, melainkan hanya sebagian dari dana tertentu.
Ia memaparkan bahwa angka tersebut adalah bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di Bank Indonesia, sementara total SAL mencapai sekitar Rp420 triliun.
Artinya, masih ada ratusan triliun rupiah dana pemerintah yang tersimpan di berbagai instrumen keuangan dan dapat digunakan sewaktu-waktu.
“Yang Rp120 triliun itu hanya sebagian. Yang lain masih banyak,” tegasnya.

Hoaks kas negara picu kekhawatiran publik

Isu ini sempat viral di media sosial dan bahkan memicu kekhawatiran masyarakat, termasuk ajakan untuk menarik dana dari bank BUMN.
Purbaya menilai narasi tersebut menyesatkan dan berpotensi mengganggu stabilitas keuangan jika tidak segera diluruskan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan kas negara dilakukan dengan sistem cash management yang ketat dan terukur sepanjang tahun.

Sebelumnya presiden Prabowo Subianto mengingatkan ancaman hoaks digital, bisa guncang stabilitas negara. Dalam taklimat pada rapat kerja pemerintah bersama Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026), Presiden menyebut ancaman modern tidak lagi harus melalui kekuatan militer, tetapi bisa dilakukan lewat manipulasi informasi di ruang digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) memungkinkan seseorang mengelola banyak akun sekaligus untuk menciptakan persepsi publik yang menyesatkan.

Fenomena ini dikenal sebagai echo chamber, di mana isu kecil dapat terlihat besar karena diperkuat secara masif.

“Ratusan hingga ribuan orang bisa membuat kehebohan yang seolah-olah datang dari banyak pihak,” ujar Presiden.

 

Pemerintah minta publik lebih kritis soal isu kas negara

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berkaitan dengan kondisi keuangan negara.
Kasus ini kembali menunjukkan bagaimana informasi yang tidak utuh dapat dengan cepat menyebar dan memicu keresahan publik.(P-Sem)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025