Menebar ketakutan dan picu keresahan, Istana minta tak besar-besarkan isu pagar mal Jakarta-Surabaya

Jeffrey Rawis
Sabtu, 1 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 1/8/27 (Jakarta): Pihak mengimbau masyarakat dan insan pers agar tidak membesar-besarkan isu maupun informasi simpang siur yang berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat. “Kita doakan bangsa kita aman. Jadi kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi juga,” kata Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi kepada wartawan, Jumat (31/7/26) kemarin.

Adapun pernyataan tersebut disampaikan Hasan menanggapi narasi yang beredar mengenai kondisi keamanan, termasuk kabar pemasangan pagar pengaman di sejumlah pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta dan Surabaya, dimsna jafi viral di media sosial (Medsos).

Selanjutnya Hasan meminta media massa berperan aktif meluruskan informasi yang belum terverifikasi dengan melakukan pengecekan langsung di lapangan, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang akurat.

“Kita doakan bangsa kita aman. Jadi kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi juga,” ujar Hasan, dikutip media.

Cek fakta untuk memastikan apakah narasi yang beredar di media sosial 

Juga Hasan mendorong para jurnalis melakukan cek fakta untuk memastikan apakah narasi yang beredar di media sosial benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan atau hanya menimbulkan ketakutan yang berlebihan itu.

“Teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta, benar tidak fear monger yang sedang beredar itu, ketakutan-ketakutan yang sedang beredar itu betul-betul nyata atau tidak? Teman-teman bisa cek di lapangan. Saya rasa kita harus optimis ya,” tegasnya lagi.

Kondisi nasional saat ini tetap aman dan kondusif

Selanjutnya Hasan menegaskan, kondisi nasional saat ini tetap aman dan kondusif. Pemerintah juga terus bergerak cepat menjalankan berbagai program strategis yang telah direncanakan sebelumnya.

Salah satu indikator positif, Hasan menyinggung pertemuan presiden dengan lebih dari 100 pengurus Kadin Indonesia yang berlangsung secara terbuka dan konstruktif.

“Keadaan negara kita baik. Sekarang pemerintah juga sudah jalannya sangat cepat. Barusan juga diskusi dengan seratusan lebih pengurus Kadin, komunikasi dua arah, tanya-jawab dengan Presiden, masukan-masukan mereka sangat konstruktif dan diterima dengan baik oleh Presiden,” jelas Hasan dikutip media.

Hasan Nasbi di akhir keterangannya, demikian Beritasatu.com, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap optimistis dan memusatkan perhatian pada upaya pembangunan nasional, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang dapat menimbulkan ketakutan tanpa dasar yang jelas tersebut. (P-*/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025