
Dari kiri, Melania Trump, Donald Trump, dan Weijia Jiang menghadiri jamuan makan malam White House Correspondents’ Association di Washington DC, Sabtu (25/4/26), yang kemudian diwarnai insiden keamanan hingga Presiden Trump dievakuasi dari lokasi. (Courtesy: Getty Images)PRIORITAS, 26/4/26 (Washington): Insiden penembakan yang terjadi saat Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menghadiri jamuan malam di Hotel Washington Hilton mengingatkan kembali pada peristiwa kelam 45 tahun silam.
Di lokasi yang sama, Ronald Reagan pernah menjadi target percobaan pembunuhan. Pada 29 Maret 1981, John Hinckley Jr. melepaskan enam tembakan ke arah Reagan di luar Hotel Washington Hilton.
Salah satu peluru sempat memantul dari limusin kepresidenan sebelum akhirnya menembus paru-paru Reagan, menyebabkan kondisi kritis akibat kehilangan banyak darah.
Namun, Reagan berhasil diselamatkan setelah menjalani operasi intensif di Rumah Sakit Universitas George Washington dan pulih dalam waktu kurang dari dua pekan.
Empat dekade lebih berselang, bayang-bayang sejarah itu kembali terasa.
Kali ini, Trump harus dievakuasi setelah suara tembakan terdengar di dalam area hotel saat berlangsungnya jamuan makan malam White House Correspondents’ Association, Sabtu malam waktu setempat.
Suasana mendadak panik. Para tamu berhamburan, sementara aparat keamanan bergerak cepat mengamankan presiden dari lokasi kejadian.
Trump segera dibawa keluar dari gedung untuk memastikan keselamatannya.
Pihak berwenang memastikan pelaku telah berhasil dilumpuhkan setelah aparat melepaskan tembakan balasan yang melukai tersangka.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif di balik aksi tersebut.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa Hotel Washington Hilton menyimpan catatan panjang sebagai salah satu lokasi paling sensitif dalam sejarah keamanan presiden Amerika Serikat. (P-Khalied M)