29.1 C
Jakarta
Thursday, May 30, 2024

    Kerajaan terapkan kebijakan konservatif, 28.000 wanita Saudi berebut lowongan kerja 30 masinis kereta peluru

    Terkait

    Riyadh, 24/2/22 (SOLUSSInews.com) – Tercatat sebanyak 28.000 wanita Arab Saudi memperebutkan lowongan 30 masinis kereta peluru. Berdasarkan laporan Reuters, Kamis (17/2//22) lalu, banyaknya wanita Saudi yang berminat mencerminkan sambutan positif rakyat saat kerajaan konservatif membuka peluang kerja bagi kaum hawa.

    Dilaporkan, pada Rabu (16/2/22) lalu, Operator Kereta Api Spanyol Renfe, menyatakan, penilaian online tentang latar belakang akademis dan kemampuan bahasa Inggris telah membantunya mengurangi jumlah kandidat sekitar setengahnya, dan akan bekerja melalui sisanya pada pertengahan Maret.

    Ke-30 wanita terpilih akan mengendarai kereta peluru antara kota Makkah dan Madinah setelah satu tahun pelatihan berbayar.

    Saat ini, Renfe mempekerjakan 80 pria untuk mengemudikan kereta apinya di Arab Saudi, dan memiliki 50 orang lagi di bawah instruksi. Renfe menyatakan, ingin menciptakan peluang bagi wanita dalam bisnis lokalnya.

    Partisipasi perempuan meningkat

    Kesempatan kerja bagi perempuan Saudi hingga saat ini masih terbatas pada peran seperti guru dan pekerja medis, karena mereka harus mematuhi aturan pemisahan gender yang ketat. Wanita bahkan tidak diizinkan mengemudi di kerajaan sampai 2018.

    Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja meningkat hampir dua kali lipat dalam lima tahun terakhir menjadi 33 persen di tengah dorongan Putra Mahkota Saudi untuk membuka kerajaan dan mendiversifikasi ekonomi. Kini perempuan mengambil pekerjaan yang dulu dibatasi untuk laki-laki dan pekerja migran.

    Tetapi proporsi perempuan yang bekerja di kerajaan itu masih sekitar setengah dari laki-laki pada kuartal ketiga tahun lalu, pada 34,1 persen, dan pengangguran perempuan tiga kali lebih tinggi daripada laki-laki, pada 21,9 persen.

    Arab Saudi menyoroti kemajuan dalam isu-isu gender pada saat pengawasan di Barat atas catatan hak asasi manusianya, termasuk tindakan keras terhadap perbedaan pendapat yang menjerat puluhan aktivis hak-hak perempuan dan pembunuhan pada 2018 atas jurnalis Jamal Khashoggi. (S-BS/SP)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini