27.3 C
Jakarta
Friday, June 14, 2024

    Jokowi berharap target 126 juta lahan sudah bersertifikat selesai 2024

    Terkait

    PRIORITAS, 1/5/24 (Banyuwangi) : Presiden Joko Widodo mengatakan, saat ini Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional tengah mengebut pembuatan sertifikat. Jokowi optimistis target 126 juta lahan sudah bersertifikat terpenuhi.

    “Kalau nggak meleset-meleset, ya, tahun depan lah. Presiden baru nanti biar ngurus sisa sedikit. Oh paling-paling tinggal sisanya mungkin 3 juta atau 6 juta paling. Rampung tahun depan. Syukur-syukur bisa rampung tahun ini semua karena menterinya masih muda,” kata Presiden Jokowi saat kunjungan kerja di Banyuwangi, seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (30/4/2024). Di sini, Jokowi membagikan 10.300 sertifikat elektronik.

    “Ini tadi Pak Menteri ATR/BPN (Agus Harimurti Yudhoyono) menyampaikan yang menerima di Banyuwangi 10.300 (bidang tanah). 10.300 bidang tanah yang sudah diberikan sertifikat,” tambah Presiden menjelaskan.

    Jokowi menguraikan, ada perbedaan mencolok antara sertifikat elektronik dan sertifikat yang lama. Sertifikat elektronik hanya 1 lembar, sementara bentuk sertifikat lama cukup tebal.

    “Ini adalah redistribusi tanah yang paling besar di seluruh Indonesia di Banyuwangi ini. Ada yang bekas lahan hutan, ada juga yang bekas lahan HGU (hak guna usaha). Semuanya sudah diserahkan kepada Bapak/Ibu dan saudara-saudara semuanya,” tutur Jokowi.

    ATR/BPN Optimis

    Sementara, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan akan terus menggenjot sertifikasi tanah di Indonesia. Ia optimistis, langkah ini bisa menjadi salah satu kunci untuk membasmi mafia tanah.

    AHY mengatakan, dari target yang diberikan Presiden, per Maret 2024 ini sudah sekitar 111 juta bidang yang telah memiliki sertifikat. Pekerjaan rumah (PR) besarnya ialah bagaimana mewujudkan sisanya. Namun melalui program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) ATR/BPT optimis terpenuhi. “PTSL, kita ingin ini semakin masif sehingga pada akhirnya semakin banyak masyarakat yang memiliki sertifikat secara resmi. Artinya kepastian hukum hak atas tanah menjadi milik kita semua,” kata AHY.

    Menurutnya, PTSL harus digenjot demi membantu memberantas mafia tanah. AHY juga mendorong peningkatan integritas di internal Kementerian ATR/BPN sendiri sehingga harapannya tidak ada lagi oknum yang terseret persoalan mafia tanah.

    “Mafia tanah juga menjadi sasaran utama yang ingin kami berantas. Kita tahu bahwa banyak sekali permasalahan tanah di Indonesia ini yang melibatkan oknum mafia tanah tentunya tapi juga kita tidak ingin ada bagian dari ATR BPN yang terlibat dalam masalah. Kita ingin membangun integritas secara internal walaupun saya juga mengapresiasi karena jauh lebih banyak pegawai ATR/BPN di seluruh Indonesia yang telah bekerja dengan baik kinerjanya,” ujarnya.

    AHY menuturkan bahwa masyarakat akan mendapat kepastian hukum dan peningkatan nilai tanah setelah memegang sertifikat tanah itu. Ia berharap warga penerima Sertifikat Tanah Elektronik Hasil Redistribusi bisa menjaga surat berharga itu agar tidak diserahkan kepada pihak lain yang tidak bertanggungjawab.

    Sebanyak 5.000 warga penerima Sertifikat Tanah Elektronik Hasil Redistribusi yang berasal dari sejumlah desa di Kabupaten Banyuwangi rata-rata menerima sertifikat tanah dengan luas 1/4 hektare. “Sudah puluhan tahun tidak punya sertifikat, sekarang sudah di tangan jadi jangan sembarangan menyerahkan kepada pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Jaga baik-baik,” tegas AHY.

    Selain itu, AHY berpesan kepada warga agar tidak menggunakan sertifikat tersebut untuk hal yang aneh-aneh. “Tanahnya naik secara nilai ekonomi, yang punya usaha bisa dijaminkan ke bank untuk mendapatkan modal usaha. Tapi ingat, jangan dipakai untuk yang aneh-aneh,” tegas AHY.

    Putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu berharap warga tidak menyia-nyiakan apa yang dilakukan presiden untuk kebaikan rakyat. Selain itu, warga Banyuwangi dinilai beruntung karena sertifikat itu akan diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

    “Bapak Ibu beruntung karena Pak Presiden bisa bertemu langsung dengan pemimpin kita bapak Presiden Joko Widodo. Ini sebuah kehormatan untuk kita semuanya. Hari ini beliau datang khusus untuk Bapak Ibu dari Jakarta ke Banyuwangi demi njenengan semua,” pungkas AHY. (P-DTK/wl)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini