26.5 C
Jakarta
Monday, May 20, 2024

    Hebat !!! Lebih dari 100 juta Orang Amerika telah divaksinasi lengkap, akhir 2021 AS siap vaksinasi Covid-19 untuk remaja dan anak

    Terkait

    Washington, 20/5/21 (SOLUSSInews.com) – Sesudah sukses memvaksin lebih 100 juta orang, Amerika Serikat  siap memvaksinasi anak-anak dengan vaksin Covid-19 pada akhir 2021 atau kuartal pertama 2022. Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (19/5/21), hal itu dikatakan pakar penyakit menular AS, Anthony Fauci.

    Amerika Serikat (AS) awal bulan ini membuka jalan bagi penggunaan vaksin Covid-19 dari Pfizer dan mitra Biontech pada remaja berusia 12 tahun ke atas.

    Fauci juga mencatat perlunya suntikan penguat Covid-19 dalam satu tahun atau lebih setelah mendapatkan suntikan utama.

    “Saya pikir kita hampir pasti akan membutuhkan booster dalam waktu satu tahun atau lebih setelah mendapatkan primer, karena perlindungan daya tahan terhadap virus corona umumnya tidak seumur hidup seperti campak,” katanya.

    Sementara itu, Chief Executive Officer Pfizer, Albert Bourla pada acara tersebut mengatakan, kemungkinan diperlukannya suntikan penguat antara 8-12 bulan.

    Pada April, kepada CNBC, Bourla mengatakan, orang-orang “kemungkinan” akan membutuhkan dosis penguat ketiga dari vaksin Covid-19 dalam 12 bulan.

    Namun, para ilmuwan mempertanyakan perlunya suntikan penguat Covid-19 karena kurangnya data untuk membuat keputusan yang tepat.

    Ada kemajuan signifikan dalam memastikan kesetaraan vaksin, tambah Fauci, menyoroti vaksin harus tersedia di lokasi geografis yang mudah diakses oleh minoritas sebagai pelajaran untuk pandemi berikutnya.

    Lebih 100 juta orang divaksinasi

    Sebelumnya dilaporkan, lebih dari 100 juta orang dewasa Amerika telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 pada Sabtu (1/5/21), menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS).

    Disebut CDC, akun yang divaksinasi lengkap telah mencapai 30,5 persendari populasi AS. Lebih dari 144 juta orang Amerika menerima setidaknya satu suntikan Covid-19, terhitung 43,6 persen dari populasi.

    Mahasiswa farmasi Jason Rodriguez (kanan) menyuntikkan vaksin Covid-19 untuk warga negara Bolivia Camila Gutierrez (kiri) di Miami, Florida, AS pada Kamis 15 April 2021.

    Mahasiswa farmasi Jason Rodriguez (kanan) menyuntikkan vaksin Covid-19 untuk warga negara Bolivia Camila Gutierrez (kiri) di Miami, Florida, AS pada Kamis 15 April 2021. (Foto: AFP)

    Di antara yang divaksinasi penuh, data CDC menunjukkan, lebih dari 37 juta ialah orang berusia 65 tahun atau lebih, terhitung 68,8 persen.

    CDC menyatakan, sekitar 240 juta suntikan vaksin Covid-19 telah diberikan di seluruh negeri pada hari Sabtu, sementara lebih dari 308 juta dosis vaksin Covid-19 telah didistribusikan.

    Presiden AS Joe Biden sebelumnya telah menetapkan target untuk mencapai 200 juta tembakan Covid-19 pada akhir April.

    Amerika Serikat telah meningkatkan peluncuran vaksin sejak Desember lalu. Ada tiga vaksin Covid-19 yang diizinkan untuk penggunaan darurat di negara tersebut.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengesahkan obat yang dikembangkan oleh pembuat obat Amerika Pfizer dalam kemitraan dengan perusahaan Jerman Biontech, dan satu lagi oleh pembuat obat Amerika Moderna, pada Desember tahun lalu.

    Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson disetujui untuk penggunaan darurat pada 27 Februari. Johnson & Johnson ialah vaksin Covid-19 ketiga yang telah menerima otorisasi FDA. Juga vaksin Covid-19 dosis tunggal pertama yang tersedia di Amerika Serikat.

    Saat ini, total 127 juta dosis Pfizer / Biontech dan 104 juta dosis Moderna telah diberikan di Amerika Serikat, sementara 8,2 juta suntikan Johnson & Johnson telah diberikan. (S-CNBC/BS/jr)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini