27.2 C
Jakarta
Sunday, May 19, 2024

    Dinanti, pengukuhan DPP Kerukunan Keluarga Kawanua secara adat

    Terkait

    Tangisan bahagia tokoh senior Kawanua, EE Mangindaan, yang mantan Menteri Perhubungan dan Gubernur Sulawesi Utara periode 1995-2000, menghiasi momentum bersejarah, penyatuan kepengurusan Kerukunan Keluarga Kawanua setelah 10 tahun terpecah dua (foto kiri atas). Ketua Umum DPP KKK, Angelica Tengker, dan Ketua Dewan Pembina, Ronny F. Sompie, diapit Tua-Tua Kawanua, dari kiri Mayjen TNI (Purn) Ivan Pelealu, Freddy Rorimpandey, Theo Sambuaga dan Max Wilar (kiri bawah). Angelica Tengker mengibarkan pataka KKK (kanan).

    Jakarta, 27/10/22 (SOLUSSInews.com) – Setelah dilantik pada Sabtu 22 Oktober 2022 lalu, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) terus mempersiapkan acara lanjutan berupa pengukuhan pengurus secara adat Minahasa yang dikenal sakral. Mengenai waktunya, belum diperoleh informasi kapan, dan tempatnya di mana. Tapi menurut pengamatan reporter media ini sampai hari ini, baik panitia maupun DPP, terlihat sangat serius membenahi perangkat organisasi dan penyempurnaan personalia pengurus, agar pada saat pengukuhan segalanya sudah betul-betul siap.

    Acara pengukuhan pengurus KKK ini menyita banyak perhatian dan dinanti, khususnya oleh orang Minahasa, etnis terbesar di Sulawesi Utara, di mana pun berada, karena sejarah organisasi KKK yang dalam 10 tahun belakangan ini terpecah dua. Belakangan, dalam lima tahun terakhir ini, dua kepengurusan DPP KKK dipimpin masing-masing oleh Ronny Sompie dan Angelica Tengker. Kedua pengurus seolah bersaing dalam berkegiatan, dan itu membingungkan warga Kawanua di rantau. Baru pada Sabtu, 22 Oktober 2022, dua kepengurusan KKK tersebut akhirnya melebur menjadi satu.

    Bertempat di Kobexindo Tower, Ancol, Jakarta, penyatuan dua Dewan Pengurus Pusat (DPP) KKK pimpinan Ronny F. Sompie dan Angelica Tengker, disampaikan tokoh senior Kawanua, Theo L. Sambuaga, yang bertindak selaku Pimpinan Sidang Musyawarah Budaya Kawanua (MBK). “DPP K3 melebur menjadi satu organisasi K3 dan satu kepengurusan yaitu Ketua Umum, Angelica Tengker, dan Ketua Dewan Pembina, Irjenpol (Purn) Ronny F. Sompie,” seru Theo dari meja sidang yang disambut riuh dan penuh haru ratusan peserta MBK di ruang sidang dan peserta dari seluruh Indonesia secara daring (online).

    Sejumlah tokoh Kawanua lainnya mendampingi Theo dalam sidang MBK yaitu Freddy Rorimpandey, Max Wilar, dan Mayjen TNI (Purn) Ivan R. Pelealu. Mereka adalah Tua-Tua Kawanua yang dianggap layak memimpin MBK dan mengakhiri dualisme kepengurusan KKK. Sedangkan pada kursi peserta sidang terdapat juga tokoh-tokoh penting Kawanua seperti Letjen TNI (Purn) Evert Ernest Mangindaan, mantan Hakim Agung Prof Gayus Lumbuun, politisi dan tokoh budaya Berny Tamara, tokoh perempuan Kawanua Mona Sigar dan Ansye Eman, dan mantan Sekretaris Utama Basarnas, Max Boseke.

    Penyatuan kepengurusan DPP KKK merupakan satu dari empat keputusan sidang Tua-Tua Kawanua. Tiga lainnya adalah, “Hal-hal menyangkut AD/ART (Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga), perangkat organisasi, administrasi dan legalitas organisasi, supaya diselesaikan oleh kepengurusan baru paling lambat enam bulan setelah Musyawarah Budaya Kawanua ini”. Kemudian, “Menugaskan DPP KKK untuk melaksanakan konsolidasi organisasi, pelaksanaan program dan meningkatkan kiprah masyarakat Kawanua dalam berkontribusi bagi pembangunan masyarakat, bangsa dan NKRI.” Dan yang terakhir, “Masa jabatan kepengurusan DPP KKK sejak MBK ini dilaksanakan adalah dua tahun, 2022 sampai 2024 ”.

    Di awal sidang MBK, baik Ronny maupun Angelica menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan kepada pimpinan dan anggota sidang MBK. Sesi LPJ ini menjadi bagian dari mekanisme organisasi yang disebut Musyawarah Perwakilan Anggota (MPA) Luar Biasa. Usai sesi MPA-LB, Theo Sambuaga menyerahkan pataka KKK kepada Ketua Umum Angelica Tengker sebagai pertanda estafet kepemimpinan KKK sudah terjadi.

    Perjuangan dan Tantangan

    Dalam sambutannya selaku Ketua Umum DPP KKK, Angelica Tengker, menyampaikan rasa syukur atas penyatuan dua kepengurusan DPP KKK yang sudah diperjuangkan sejak bertahun-tahun lalu, khususnya dalam lima tahun terakhir sejak dia menjabat sebagai Ketua Umum. Secara runut, Angelica yang merupakan putri salah satu tokoh Kawanua, Benny Tengker (alm), menjelaskan proses panjang yang dilalui sampai terjadinya penyatuan. “Banyak sekali tantangan, tapi akhirnya berhasil menyatu,” ujar Angelica yang mendapat sambutan meriah audiens.

    EE Mangindaan yang diminta memberikan sambutan tak kuasa menyembunyikan rasa haru dan senang atas penyatuan KKK. Mata mantan Menteri Perhubungan itu berkaca-kaca ketika menyampaikan terimakasih kepada Theo Sambuaga dan Ronny Sompie serta Angelica Tengker dan semua pihak yang telah mengupayakan penyatuan ini. “Terimakasih, terimakasih,” ucapnya agak terbata.

    Ronny Sompie yang mendapat kesempatan berikut menyampaikan sambutan, menguraikan hal serupa dengan yang diutarakan Angelica Tengker sebelumnya. “Di pihak KKK kami, tantangan dan kendala juga tidak sedikit. Tapi berkat kerja keras dan keinginan luhur semua pihak, penyatuan berhasil dilakukan,” kata mantan Direktur Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM, itu yang juga disambut tepuk tangan panjang peserta sidang MBK.

    Memberikan sambutan terakhir, Theo Sambuaga yang dikenal sebagai tokoh politik dan mantan Menteri Tenaga Kerja RI dan Menteri Negara Perumahan dan Pemukiman RI, menyampaikan rasa gembiranya karena upaya penyatuan KKK yang dilakukan selama bertahun-tahun akhirnya berhasil. “Mulai sekarang, K3 hanya satu, lupakan yang sudah-sudah, mari menatap ke depan. Warga Kawanua di rantau sudah lama menantikan penyatuan ini,” ucapnya penuh semangat dan kembali disambut riuh hadirin.

    Kepengurusan Gemuk

    Setelah sidang MBK, Ketua Dewan Pembina, Ronny Sompie, membacakan susunan Dewan Penasihat, Dewan Pembina, dan Dewan Pakar. Hampir semua tokoh Kawanua masuk pada susunan dewan-dewan tersebut, mulai dari tokoh pemerintahan, legislatif, yudikatif, kepolisian, militer, akademisi, hingga pengusaha. Salah satu tokoh, Irjenpol (Purn) Benny Mamoto, yang dalam kepengurusan DPP KKK Angelica Tenger duduk sebagai Ketua Dewan Pembina, dalam kepengurusan baru menjadi Ketua Dewan Penasihat.

    Selanjutnya, Ketua Umum DPP KKK, Angelica Tengker, mengumumkan susunan pengurus DPP KKK yang merupakan perpaduan dari dua DPP KKK sebelumnya. Dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal adalah Dr. dr. Roy G.A. Massie, PhD, dan Bendahara Umum Nova Rumondor. Ketua-Sekretaris-Bendahara (KSB) tersebut diperkuat para wakil, Ketua dan Anggota Bidang. “Tidak apa-apa, kepengurusan kali ini gemuk karena harus menampung aspirasi dari dua kepengurusan sebelumnya,” kata Angelica Tengker yang sehari-hari antara lain menjalankan tugas sebagai Ketua Yayasan Gideon dengan Institut Bisnis Multimedia ASMI dan biasa disapa Ika itu.

    Warga Kawanua di perantauan menyampaikan rasa gembira atas penyantuan KKK. Sangat banyak ucapan selamat masuk ke WAG KKK, juga melalui media sosial FB, IG, dan langsung melalui telepon kepada pengurus.(BWL)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini