29 C
Jakarta
Wednesday, May 22, 2024

    Dimampukan kalahkan Tesla, BYD terima subsidi Rp35,4 T dari Tiongkok

    Terkait

    PRIORITAS, 13/4/24 (Jakarta): Data terkini mengungkapkan, perusshaan otomotif Tiongkok, BYD memperoleh dana subsidi puluhan triliun untuk dimampukan mengalahkan rivalnya dari Amerika Serikat, Tesla.

    Lembaga studi terkenal dari Jerman, Kiel Institute menyebut, BYD menerima subsidi sangat besar dari pemerintah Tiongkok mencapai US$2,26 miliar atau setara Rp35,4 triliun. Subsidi sangat besar itu membuat BYD memiliki posisi yang sangat menguntungkan dalam bisnis mobil listrik.

    Jadi tidak heran jika akhirnya BYD mampu mengalahkan Tesla sebagai penjual dan produsen mobil listrik terbesar di dunia di 2023 lalu. Kiel Institute bahkan menyebutkan pemerintah Tiongkok menghabiskan lebih banyak uang daripada negara-negara OECD lainnya seperti AS dan Jerman.

    “Pada tahun 2020, BYD menerima subsidi langsung sekitar US$236 juta. Pada tahun 2022, angka tersebut meningkat secara signifikan menjadi US$2,26 miliar,” sebut Kiel Institute dikutip Carscoops, Sabtu (13/4/24).

    BYD dapat perhatian khusus

    Studi terbaru Institut Kiel menyebutkan, jumlah subsidi sangat tinggi dibandingkan subsidi yang diterima perusahaan otomotif Tiongkok lainnya. Bahkan jumlah itu telah mengalahkan subsidi buat GAC yang justru merupakan penerima utama subsidi langsung dari pemerintah.

    Institut Kiel menemukan, 99 persen perusahaan terdaftar di negara tersebut menerima insentif pada tahun 2022. Hanya saja memang BYD merupakan perusahaan yang paling besar menerima bantuan dari pemerintah Tiongkok.

    “Selain subsidi yang diterima langsung dari pemerintah, BYD juga mendapat manfaat dari pelanggan yang menerima insentif pemerintah untuk membeli baterainya untuk kendaraan listrik mereka. Meskipun bukan uang tunai langsung di kantong perusahaan, itu membantu merangsang permintaan atas produknya, dan efektif menurunkan harga mobil-mobil listrik buatan BYD”, demikian studi itu.

    Perusahaan otomotif Eropa mengeluh

    Temuan tersebut menurut Kiel Institute harus jadi bahan pertimbangan oleh otoritas terkait yang ada di negara-negara Eropa. Pasalnya saat ini perusahaan otomotif asal Tiongkok semakin gencar masuk ke wilayah Benua Biru.

    “Banyak perusahaan otomotif Eropa mengeluh atas kondisi tersebut. Terutama masalah subsidi yang diterima perusahaan otomotif Tiongkok seperti BYD yang memungkinkan mobil listrik buatan Tiongkok jauh lebih murah”.

    “Eropa perlu membujuk Tiongkok untuk menarik subsidi yang sangat merugikan bagi Uni Eropa,” saran Kiel Institute. (P-BS/jr) — foto ilustrasi istimewa

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini