PRIORITAS, 5/4/25 (Batam): Menyusul kebijakan tarif resiprokal 32 persen dari Presiden AS Donald Trump, BP Batam menyatakan kesiapan menghadapi dampaknya terhadap ekspor, khususnya ke AS yang menyumbang 25 persen dari total ekspor Batam pada 2024.
Deputi Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, dalam keterangan resminya di Batam menyebut, pihaknya telah menyiapkan lima strategi, termasuk penyesuaian kebijakan dan insentif, penguatan industri bernilai tambah, optimalisasi status FTZ Batam, diplomasi perdagangan, serta kolaborasi supply chain dengan sektor swasta.
Tetap bidik pasar AS
Fary menegaskan Batam tetap membidik pasar AS dan berupaya menjaga daya saing. Meskipun, dengan perubahan kebijakan AS, akan sedikit banyak memengaruhi minat dan perluasan investasi untuk pasar tujuan AS.
“Perusahaan yang beroperasi di Batam berorientasi ekspor di berbagai bidang. Tahun 2024, total ekspor Batam ke Amerika sekitar USD $4 Milliar, atau 25 persen dari total ekspor Kota Batam,” ujar Fary pada Jumat (4/4/25).
Ia pun menyoroti potensi besar dari sektor data center yang tumbuh pesat dan banyak diminati perusahaan AS. “Batam punya keunggulan yang tidak tergantikan,” ujarnya optimis. (P-Jeff K)