Amerika Serikat, Inggris dan Perancis lancarkan serangan besar ke markas ISIS di Suriah

Jeffry Wuisan
Minggu, 11 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 11/1/26 (Damaskus): Gabungan pasukan Amerika Serikat, Inggris dan Perancis melancarkan serangan besar-besaran ke markas teroris ISIS di Suriah dengan melibatkan puluhan pesawat tempur pengebom.

Belum ada laporan korban jiwa, namun informasi yang dikutip Beritaprioritas.com, hari Minggu (11/1/2026), menyebutkan serangan itu menghancurkan lebih dari 35 target penyimpanan senjata dan bom teroris ISIS.

Sebanyak 20 pesawat jet pasukan gabungan itu menggunakan 90 bom presisi dalam serangan terbesar kedua sejak satu bulan belakangan.

Sejumlah tanggapan yang beredar di media sosial menilai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja menepati janjinya untuk melakukan pembalasan sangat serius atas penyergapan di Palmyra 13 Desember 2025,  yang menewaskan dua tentara AS dan seorang warga sipil Amerika.

AS menilai penyergapan tersebut didalangi teroris Islamic State Iraq and Syria (ISIS) atau negara Islam Irak dan Suriah. “Kami akan menemukan dan membunuh kalian di mana pun di dunia”, tegas Trump.

Sejumlah pesawat tempur Amerika Serikat bersiap melakukan serangan malam terhadap posisi teroris ISIS di Suriah.(wfwitness)

 

Operasi Hawkeye Strike

US Central Command (Centcom) atau Komando Pusat AS mengatakan serangan pasukan AS dan sekutu di seluruh Suriah tersebut, sebagai bagian dari Operasi Hawkeye Strike, lapor media Asharq Al Awsat.

“Serangan hari ini menargetkan ISIS di seluruh Suriah sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan kami untuk membasmi terorisme Islam terhadap pejuang perang kami, mencegah serangan di masa mendatang, dan melindungi pasukan Amerika dan sekutu di wilayah tersebut”, demikian pernyataan Centcom.

Menurut laporan serangan pendahulu dimulai dengan helikopter AS menargetkan lokasi ISIS di area Aita dan Sheeha di gurun Tabni, barat Deir ez-Zor.

Selain itu, suara tembakan senapan mesin terdengar di area tersebut di tengah penerbangan intensif pesawat jet tempur AS di atas wilayah tersebut.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan jet Typhoon Angkatan Udara Kerajaan telah bergabung dengan pesawat Prancis,  dalam serangan gabungan terhadap gudang senjata bawah tanah di Suriah yang digunakan ISIS.

“Analisis intelijen yang cermat membuat para pejabat meyakini bahwa fasilitas yang diserang itu,  menyimpan senjata dan bahan peledak,” kata pernyataan itu.

“Tindakan ini menunjukkan kepemimpinan Inggris, dan tekad untuk berdiri bahu-membahu dengan sekutu kami, untuk membasmi setiap kebangkitan kembali ISIS dan ideologi berbahaya serta kekerasan mereka di Timur Tengah,” kata John Healey.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025