
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pidato dari ruang resepsi Diplomatik Gedung Putih. (white house)PRIORITAS, 23/12/25 (Washington): Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, tiba-tiba memecat 30 Duta Besar (Dubes) di seluruh dunia, yang dilantik pada masa Presiden Joe Biden.
Menurut informasi yang iperoleh Beritaprioritas.com hari Selasa (23/12/25), pemecatan Dubes secara besar-besaran ini, mengejutkan kalangan pejabat di Washington.
Trump memerintahkan untuk mengakhiri masa jabatan puluhan duta besar tersebut pada akhir Januari tahun depan, meskipun sebagian besar adalah diplomat karier.
Itu berarti para dubes itu adalah profesional berpengalaman dan bukan pejabat yang ditunjuk secara politis.
Para kritikus mengatakan Trump menyingkirkan para duta besar berpengalaman.
Tindakan trump dinilai melemahkan kepemimpinan global AS dan menguntungkan Rusia dan China.
Media AS melaporkan pada Senin malam, dalam langkah yang tidak biasa, pemerintahan Trump memutuskan untuk memecat dan menarik kembali puluhan duta besar Amerika yang ditunjuk mantan Presiden Joe Biden.
Langkah Presiden Trump ini, merupakan bagian dari perombakan lebih luas, yang bertujuan untuk mengganti staf diplomatik senior dengan pejabat yang dianggap lebih selaras dengan agenda pemerintahannya.
Merusak kredibilitas AS
Para duta besar tersebut sudah diberitahu masa jabatan mereka akan berakhir pada akhir Januari 2026.
Sumber-sumber pemerintah mengatakan keputusan tersebut memengaruhi para utusan di sekitar 30 negara, terutama di Afrika.
Diplomat senior lainnya yang tidak memegang jabatan duta besar juga diperkirakan akan dipanggil kembali, lapor media Ynetnews.
Meskipun sudah umum bagi pemerintahan baru untuk mengganti duta besar di posisi-posisi kunci, tindakan tersebut biasanya tidak ditujukan kepada diplomat karier.
Secara tradisional, diplomat veteran yang tidak berafiliasi dengan partai politik, tetap berada di posisi mereka hingga akhir masa jabatan mereka atau hingga pengganti ditunjuk.
Asosiasi Dinas Luar Negeri Amerika, mengatakan telah menerima laporan beberapa diplomat karier yang diangkat di bawah pemerintahan Biden, hanya diberitahu melalui telepon untuk meninggalkan pos mereka sebelum pertengahan Januari, tanpa penjelasan.
Kelompok tersebut memperingatkan pemecatan diplomat tanpa alasan yang sah merusak kredibilitas AS di luar negeri. Hal itu juga mengirimkan pesan yang mengkhawatirkan kepada korps diplomatik profesional.
Mereka menggambarkan pemberitahuan melalui telepon, sebagai hal yang sangat tidak biasa.
Penarikan mendadak tanpa penjelasan juga mencerminkan pola politisasi yang sudah merusak moral, efektivitas, dan kedudukan AS di luar negeri.
Dikritik senator
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan duta besar bertindak sebagai perwakilan pribadi presiden. Karena itu, kata dia, presiden berhak untuk memastikan mereka mempromosikan visi “America First” (Amerika yang Utama).
Gedung Putih menolak untuk menyebutkan duta besar mana yang akan dipanggil kembali.
Sebuah sumber dari pemerintahan mengatakan para Dubes yang terkena dampak, akan diinstruksikan untuk mencari peran baru di dalam Departemen Luar Negeri.
Anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Senator Jeanne Shaheen, mengkritik keras langkah tersebut.
Apalagi saat ini sekitar 80 posisi duta besar AS di seluruh dunia masih kosong.
Ia mengatakan pemerintahan AS mengabaikan diplomat berpengalaman dan cakap serta menyerahkan kepemimpinan global AS kepada China dan Rusia.(P-Jeffry W)