32.6 C
Jakarta
Saturday, August 30, 2025

    Mahfud MD tanggapi soal penangkapan Immanuel Ebenezer oleh KPK, ini prediksinya

    Terkait

    PRIORITAS, 28/8/25 (Jakarta): Mahfud MD angkat suara soal penangkapan Wamenaker Immanuel Ebenezer oleh KPK melalui operasi tangkap tangan di lingkungan Kemenaker. Ia menyatakan peristiwa ini memperlihatkan kerja lembaga antirasuah di lapangan.

    Ia memuji KPK berhasil bergerak bebas dari pengaruh politik, mampu menunjukkan “taring” dalam pemberantasan korupsi.

    “Noel Ebenezer di-OTT. Dalam beberapa bulan terakhir KPK sudah mulai bisa terlepas dari belenggu politik tertentu dan menunjukkan taringnya. Kita apresiasi, maju terus pantang mundur KPK,” ucap Mahfud MD dalam akunnya di media sosial X pada Kamis (21/8/25) lalu.

    Ia juga memberi penghargaan kepada Presiden Prabowo Subianto atas konsistensinya menegakkan hukum, walau Wamenaker terafiliasi dengan partainya.

    “Presiden Prabowo juga konsisten, tak melindungi pejabat meskipun dia anggota partainya,” ujarnya.

    Memperluas fokus penindakan korupsi

    Mahfud mendorong KPK memperluas fokus penindakan korupsi, tidak bergantung semata pada OTT, melainkan merancang konstruksi kasus sistematis.

    “KPK perlu mengkonstruksi kasus yang banyak dilakukan oleh para pejabat. Tidak harus selalu OTT. Bravo KPK,” tutur Mahfud MD dalam cuitannya.

    KPK mengamankan sejumlah barang bukti dari OTT tersebut, termasuk uang tunai, puluhan mobil, dan sepeda motor merek Ducati, menurut Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.

    Saat ini, Noel masih menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, sementara konstruksi kasus dan informasi resmi lainnya menunggu pengumuman lembaga antirasuah.

    Mahfud MD pun menyebut ciri-ciri kasus Noel dkk memang mengarah ke tindak pencucian uang karena terstruktur yang melibatkan Wakil Menteri, Direktur, hingga sub koordinator.

    “Itulah modelnya pencucian uang, terstruktur, berjenjang kan. Ini tugasnya ini, ini yang memasukkan ke investasi, ini yang beli mobil, ini yang ke pabrik, itukan pencucian uang. Macem-macem nanti misalnya dalam bentuk warisan yang dibuat akte berlaku surut, kan banyak yang curiga juga, si Immanuel ini mulai dari taruhlah orang yang tukang ojek ketika laporan harta pertamanya kok sudah 17 sekian M, orang mulai curiga. Meskipun asas praduga tak bersalah tetap, tapi menduga seperti itu tak melanggar asa praduga tak bersalah, gak melanggar hukum menduga,” jelasnya. (P-*r/Zamir Ambia)

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Headline News

    spot_img

    Terkini