30.9 C
Jakarta
Monday, March 10, 2025

    Dirut Pelni: Cuaca buruk bukan kendala, optimis angkutan Nataru tetap lancar

    Terkait

    PRIORITAS, 29/12/24 (Jakarta): Meskipun cuaca buruk melanda, Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Tri Andayani, memastikan tidak ada kendala dalam angkutan libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Pihaknya tetap optimistis operasional angkutan tetap berjalan lancar.

    “Kalau dari sisi kendala, Insya Allah tidak ada karena mengingat tadi kan juga disampaikan sama kapten ya, artinya di Laut Jawa pun dengan posisi yang cuaca buruk pun, masih di tinggi ombak tiga meter maksimal gitu ya. Untuk tinggi kapal Pelni yang mencapai 14 meter gitu ya, Insya Allah aman,” katanya usai melepas pemberangkatan 730 penumpang menggunakan Kapal Pelni, KM Labobar, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (29/12/24).

    Hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.

    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (ketiga kanan), Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi (kedua kiri), Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo (ketiga kiri), Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani (kedua kanan), berfoto dengan latar belakang KM Lalobar sebelum melepas pemberangkatan 730 penumpang menggunakan kapal Pelni tersebut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (29/12/24). (Foto: Antara)

    Andayani mengatakan, situasi cuaca yang diprediksi BMKG memang cukup berbeda dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, Pelni sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi selama musim libur ini. Salah satunya adalah dengan memastikan semua kapal yang beroperasi dalam kondisi aman meskipun cuaca buruk.

    Anda, sapaan akrab Tri Andayani, menambahkan, kapal-kapal Pelni memiliki spesifikasi yang memadai untuk menghadapinya. Misalnya, dengan tinggi kapal mencapai 14 meter, kapal-kapal ini dianggap cukup stabil meskipun diterpa ombak setinggi tiga meter.

    Dia menjelaskan, mengenai kondisi cuaca yang mempengaruhi kelancaran perjalanan, meskipun angin dan gelombang cukup kuat, kapal-kapal Pelni masih bisa melintasi Laut Jawa dengan aman.

    Meski begitu, dia mengakui bahwa kapal yang berlayar dari arah timur ke barat dapat mengalami keterlambatan sekitar 3-4 jam akibat angin yang datang dari barat. Namun sebaliknya, bagi kapal yang bergerak dari barat ke timur, angin justru membantu mereka bergerak lebih cepat, bahkan bisa mencapai satu jam lebih cepat dari jadwal semula.

    “Kapal yang dari arah barat ke timur itu kedorong, biasanya malah bisa-bisa tuh lebih cepat sejam gitu-gitu, jadi unik gitu ya,” ujar Anda, dilansir dari Antara.

    Komunikasi dengan penumpang

    Dijelaskannya, Pelni juga mengutamakan komunikasi yang efektif dengan calon penumpang jika terjadi keterlambatan. Setiap penumpang juga akan diberi informasi melalui SMS untuk memastikan mereka mendapatkan update terkait perjalanan mereka, sama dengan moda transportasi lainnya.

    Selain itu, Pelni juga melakukan koordinasi dengan sejumlah pelabuhan yang diprediksi akan padat selama masa Natal dan Tahun Baru. Beberapa pelabuhan yang diperkirakan mengalami kepadatan adalah Medan, Belawan, Makassar, Bau-Bau, dan seluruh pelabuhan di Papua.

    Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang yang sangat tinggi, Pelni bekerja sama dengan Pelindo dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) dalam menyiapkan berbagai fasilitas penunjang di pelabuhan. Salah satunya adalah penyediaan ruang tunggu yang cukup luas agar penumpang merasa nyaman.

    “Misalnya ruang tunggu atau nanti kalau melebihi kapasitas ruang tunggu juga, teman-teman Pelindo menyiapkan tenda dan sebagainya, sudah diantisipasi. Intinya untuk kenyamanan seluruh penumpang,” ucap Anda.

    Perkuat mitigasi cuaca ekstrem

    Anda menyebutkan, pihaknya menyiapkan 55 kapal untuk melayani angkutan libur Natal 2024 dan Tahun Baru, terdiri atas 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis. Periode angkutan Natal dan Tahun Baru oleh Pelni, dimulai pada 11 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025.

    Pelni juga memperkuat mitigasi cuaca ekstrem selama angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, dengan kesiapan armada, dan alat keselamatan sesuai standar internasional untuk kenyamanan penumpang dan keselamatan pelayaran.

    Memitigasi angkutan selama perubahan cuaca, Pelni memasang automatic weather station pada kapal untuk membantu nakhoda memantau cuaca secara real time selama pelayaran. Data cuaca juga diperoleh langsung dari BMKG.

    Selain itu, Pelni memastikan seluruh kapal telah melakukan docking reguler dan pengecekan teknis oleh Kementerian Perhubungan. Alat keselamatan seperti lifeboat dan lifejacket tersedia untuk penumpang. (P-ht)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Headline News

    - Advertisement -spot_img

    Terkini