Prabowo minta masyarakat berani berpikir, tak mudah terpengaruh

Armin Mandika
Sabtu, 19 September 2026
KESRA 0 98
2 menit membaca

PRIORITAS, 19/9/26 (Jakarta): Masyarakat Indonesia dimintakan oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk berani berpikir dan tidak mudah dipengaruhi pihak lain.


Bahkan Presiden menekankan pentingnya pendidikan dan pengetahuan bagi generasi penerus bangsa. Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur dilansir CNN Indonesia, Sabtu (19/9/26).

Sebelumnya Prabowo menyoroti motto Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor. Menurutnya motto itu sama dengan nilai-nilai yang ada di Akademi Militer Indonesia (Akmil).

“Berbudi tinggi, harus berbudi tinggi, jujur, ikhlas, nggak boleh jadi koruptor, jangan berpura-pura berbudi tinggi, pura-pura ikhlas, pura-pura jujur, begitu dikasih kepercayaan jabatan, nyolong,” kata Prabowo.


Selanjutnya Prabowo menyinggung pentingnya membangun bangsa yang kuat agar Indonesia tidak kembali berada di bawah pengaruh bangsa lain. Menurutnya, kekuatan tersebut harus dibangun dengan belajar dan berani mengakui kelemahan sendiri.

“Kita harus jujur kepada diri kita sendiri, kita harus berani melihat kelemahan-kelemahan kita. Gampang untuk kita bicara dengan hebat, sulit untuk kita lihat kekurangan-kekurangan kita sendiri, kelemahan-kelemahan kita sendiri,” ucapnya.

Pengetahuan luas

Selanjutnya presiden menekankan pentingnya generasi penerus memiliki pengetahuan luas. Menurutnya, pemimpin Indonesia harus memiliki kemampuan untuk memahami persoalan dan tidak mudah dibohongi pihak lain.

“Pemimpin Indonesia harus pintar. Jangan dibohongi orang. Jangan dibodohin,” jelas Prabowo.

Pada bagian lain Prabowo mengaku heran ketika ada kalangan akademisi bergelar profesor yang dinilainya tidak mampu melihat ketidakadilan.

“Aku heran kadang-kadang profesor, tapi tidak bisa melihat ketidakadilan. Profesor yang justru malah membela kepentingan orang-orang asing,” ucapnya.

Tak hanya memiliki pengetahuan luas, Prabowo mengatakan masyarakat Indonesia harus memiliki kebebasan berpikir. Namun, menurutnya, kebebasan tersebut harus disertai keberanian untuk berpikir secara benar.

“Berpikiran bebas. Jangan mau dicuci otak oleh mereka-mereka yang tidak ada niat baik terhadap kita,” katanya.

Pernah dijajah

Bahkan Prabowo juga kembali mengingatkan pengalaman Indonesia yang pernah dijajah bangsa lain. Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran agar Indonesia tidak kembali berada dalam posisi yang lemah.

“Kita pernah dijajah oleh bangsa lain, itu kenyataan yang pahit. Ya, bapak-bapak kita, eyang-eyang kita, kakek-kakek kita, pendahulu-pendahulu kita, ia berjuang, ia melawan, tapi cukup lama kita di bawah telapak kaki bangsa lain,” katanya.

“Ini pahit, tapi kita harus berani mengakui, dan kita harus belajar dari situ, dan kita harus bertekad, jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapapun,” sambunya.(P-*/am)

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

x
x