
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Benyamin Davnie, memberikan arahan kepada ratusan siswa SMAN 1 Tangsel, Sabtu (19/9/26). (Courtesy: Antara)PRIORITAS, 19/9/26 (Tangerang): Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, menegaskan, masa remaja adalah periode krusial untuk membangun nilai dan karakter yang akan dibawa hingga dewasa. Oleh karena itu, para pelajar sangat perlu menjaga kesehatan mental dan membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan.
Menurut Benyamin, kesehatan mental seorang remaja sangat memengaruhi cara mereka membentuk kepribadian, mengambil keputusan penting, dan menghadapi tekanan di lingkungan sekitar.
“Kesehatan mental tidak terlepas dari bagaimana seseorang membentuk dirinya. Pelajar harus membangun karakter positif, memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, serta bijak dalam menentukan lingkungan pergaulan,” ujar Benyamin dalam kegiatan di hadapan ratusan pelajar SMAN 1 Tangerang Selatan, Jumat (18/9/26), sebagaimana dilansir dari Antara Sabtu (19/9/26).
Kegiatan bertajuk Kampanye dan Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat tersebut, diselenggarakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyusul adanya data skrining kesehatan yang mendeteksi ratusan siswa SMA di wilayah tersebut berisiko mengalami depresi.
Dalam arahannya, Benyamin menggambarkan kehidupan setiap anak layaknya selembar kertas kosong yang bebas diisi dengan berbagai hal. Untuk itu, ia mendorong para pelajar untuk mengisinya dengan nilai-nilai kehidupan yang berkualitas.
Caranya adalah dengan mengisi lembaran hidup dengan belajar dan memperluas wawasan, menanamkan nilai-nilai kitab suci sebagai pedoman hidup, serta mengutamakan kejujuran, sopan santun, dan etika dalam bertindak.
“Kalau kertas kosong ini kemudian kita isi dengan tulisan Al-Qur’an dari alif sampai terakhir, atau diisi dengan ilmu pengetahuan, maka kertas ini menjadi punya nilai tinggi,” tutur Benyamin memberikan analogi.
“Warning” keras Benyamin soal bahaya tawuran
Lebih lanjut, Benyamin mengingatkan pentingnya memilih lingkungan pertemanan. Ia menceritakan pengalamannya saat mendatangi Polsek Ciputat dan menemukan seorang pelajar yang harus berurusan dengan hukum akibat salah pergaulan.
“Anak tersebut terpengaruh ajakan teman untuk terlibat dalam aksi tawuran. Pengalaman ini harus menjadi pengingat bahwa lingkungan pergaulan bisa merusak masa depan,” katanya tegas.
Ia meminta para siswa tidak mudah terbawa hasutan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Benyamin juga mengingatkan agar remaja menghargai pengorbanan orang tua dan guru yang telah mendidik mereka.
Benyamin optimis bahwa para pelajar yang ada saat ini kelak akan mengisi berbagai posisi penting di Indonesia, mulai dari pemerintahan hingga sektor profesional lainnya.
Secara khusus, ia memberikan tantangan terbuka bagi para generasi muda Tangerang Selatan untuk bersiap menjadi pemimpin masa depan.
“Dua puluh tahun lagi aku tunggu kamu di Pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Nggak tahu kamu menjadi apa nanti. Tapi 20 tahun lagi kamu yang akan menggantikan saya sebagai Wali Kota Tangerang Selatan, atau menjadi jenderal, atau menjadi kepala sekolah. Jadi apa pun, jadilah orang yang bernilai,” pesannya.
Di akhir arahan, ia menegaskan bahwa setiap remaja memegang kendali penuh atas arah kehidupan mereka sendiri. Keputusan untuk membangun nilai positif harus dimulai sejak dini karena merekalah pemimpin masa depan yang sesungguhnya. (P-Ant/hdt)