
Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, salah satu gunung yang masih menyebarkan debu vulkanik. (Courtesy: Antara)PRIORITAS, 19/9/26 (Jakarta): Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran debu vulkanik dari empat gunung api aktif di Indonesia pada Sabtu (19/9/26).
Pantauan tersebut dilakukan secara berkala menggunakan analisis citra satelit cuaca RGB Himawari-9.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, mengatakan hal itu dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (19/9/26).
Ia menjelaskan, debu vulkanik terdeteksi di kawasan Gunung Dukono, Gunung Ibu, dan Gunung Semeru. Sementara itu, untuk Gunung Lewotolo, hasil pantauan satelit menunjukkan hasil nihil.
“Berdasarkan analisis citra satelit, sebaran debu vulkanik Gunung Dukono dan Gunung Ibu teramati bergerak ke arah timur laut. Sedangkan untuk Gunung Semeru terdeteksi bergerak ke arah tenggara,” ujar Ida.
BMKG merinci cakupan wilayah yang berpotensi terdampak oleh abu vulkanik dari ketiga gunung aktif tersebut.
Gunung Dukono. Debu vulkanik mencakup wilayah Kabupaten Halmahera Utara dan Perairan Barat Daya Morotai, Maluku Utara.
Gunung Ibu. Sebaran debu melingkupi wilayah Halmahera Barat dan Halmahera Utara, Maluku Utara.
Gunung Semeru. Abu vulkanik mencakup sebagian Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hingga area perairan di sekitarnya.

Gunung Ibu di Halmahera Barat, Mauluku Utara, kembali erupsi pada Sabtu (19/9/26) subuh. (Courtesy: Dok. Antara)
Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Geologi, Gunung Ibu yang terletak di Halmahera Barat, Maluku Utara, saat ini berada pada Status Level II (Waspada).
Gunung Ibu dilaporkan kembali mengalami erupsi pada Sabtu (19/9/26) subuh, tepatnya pukul 05.49 WIT. Tinggi kolom abu yang keluar dari kawah teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak.
Disebutkan, kolom abu berwarna kelabu tebal tersebut bergerak condong ke arah timur. Rekaman seismogram mencatat aktivitas erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 28.0 mm dengan durasi gempa letusan selama 45 detik.
Merespons aktivitas vulkanik ini, khususnya di Gunung Ibu, Halmahera Barat, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting demi keselamatan warga setempat dan wisatawan.
Patuhi radius aman. Dilarang melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif Gunung Ibu.
Peluasan sektoral. Hindari zona perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah bagian utara.
Gunakan masker dan kacamata. Masyarakat diimbau memakai masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar rumah untuk mengantisipasi bahaya hujan abu.
Waspada hoaks. Warga diminta tetap tenang, tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya, dan selalu mengikuti instruksi resmi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat serta Pos Pengamatan Gunung Api Gam Ici. (P-Ant/ht)