Italia tutup perbatasan dengan Spanyol akibat adanya serbuan imigran

Jeffry Wuisan
Sabtu, 1 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 1/8/26 (Roma): Pemerintah Italia telah menutup perbatasan darat dan laut dengan Spanyol, hari Sabtu ini.

Penutupan ini terpaksa dilakukan gara-gara terjadi serbuan sekitar 50.000 imigran Maroko yang berenang masuk enklave Spanyol di pulau Ceuta dalam 24 jam terakhir.

Italia juga menangguhkan perjanjian Schengen dengan Spanyol dan akan memberlakukan kontrol terhadap warga non-Eropa.

Kebijakan ini akan berlaku selama satu bulan mulai Sabtu ini dan akan mengontrol pergerakan “warga negara non-Uni Eropa”.

“Pemerintah telah memutuskan untuk menangguhkan sementara rezim pergerakan bebas yang diatur oleh Schengen pada jalur maritim dan udara dengan Spanyol, dan memberlakukan kembali kontrol perbatasan ,” tulis Perdana Menteri Giorgia Meloni, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari akun X-nya, hari Sabtu ini (1/8).

Negara Eropa lain juga mendukung status Spanyol sebagai anggota Schengen Eropa ditangguhkan.

Negara-negara Eropa khawatir masuknya penyusup teroris berkedok imigran yang dapat membahayakan keamanan.

Perjanjian Schengen adalah kesepakatan internasional di Eropa yang membolehkan warga dan pengunjung dapat melewati batas wilayah negara anggota tanpa pemeriksaan paspor rutin.

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengaku serbuan imigran ke Ceuta, Spanyol sangat membahayakan, karena salahsatu pintu gerbang masuk ke Eropa ada di Spanyol.

“Gambar-gambar yang datang dari Ceuta sangat mencolok dan sekali lagi menunjukkan bahwa imigrasi ilegal yang tidak terkendali merupakan ancaman nyata bagi keamanan perbatasan Eropa,” kata Meloni pada hari Kamis.

Menurut media Italia, Ansa, Meloni juga telah berbicara dengan Menteri Dalam Negeri Matteo Piantedosi untuk mengambil tindakan pencegahan.

“Italia tidak akan tinggal diam dan hanya menonton. Kami sedang mengumpulkan badan-badan terkait, dan setelah pertemuan-pertemuan ini, kami siap untuk melakukan intervensi dengan langkah-langkah luar biasa untuk mempertahankan perbatasan dan keselamatan warga negara, termasuk penangguhan Area Schengen dengan Spanyol”, ungkap Meloni.

PM Italia menegaskan tidak akan menyerah sedikit pun dalam masalah imigrasi ilegal.

Italia, kata dia, akan mempertahankan perbatasan, menghentikan penyelundup manusia, dan memastikan repatriasi yang efektif akan terus menjadi garis kebijakan.

Spanyol usir balik imigran

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, pada hari Sabtu, mengaku pasukan militernya telah berhasil mengusir pulang lebih dari 48.000 imigran yang menyeberang dari Maroko.

Seperti dilaporkan media Spanyol, Rtve, Sanchez mengakui sekitar 50.000 imigran telah memasuki Ceuta secara ilegal, tetapi Spanyol telah memulihkan kendali perbatasan dalam waktu kurang dari 48 jam,

Karena itu, Sanchez meminta negara-negara Eropa untuk mengerti dan tidak mengucilkan Spanyol.

Dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Sanchez menyatakan “keprihatinan serius” atas reaksi beberapa pemerintah Eropa menyusul penyeberangan imigran ilegal massal ke Ceuta, Spanyol.

Serbuan puluhan ribu Imigran yang masuk ke daerah otonom Ceuta, telah menimbulkan ketakutan warga setempat.

Bisnis seperti toko-toko dan restoran di kota itu tutup karena khawatir terjadi penjarahan.

Warga lebih memilih tinggal di rumah karena semua ruas jalan sudah dipenuhi imigran.

Pada malam hari, menjadi pemandangan aneh karena ribuan imigran tidur seenaknya di tengah jalanan.

Pemerintah Spanyol terpaksa mengerahkan pasukan militer untuk mengamankan daerah Ceuta.(P-*/jw)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025