Aktivitas rekening 414 SPPG munculkan beragam kecurigaan

Armin Mandika
Sabtu, 1 Agustus 2026
HUKRIM 0 431
2 menit membaca

PRIORITAS, 1/7/26 (Jakarta): Anomali aktivitas pada rekening 414 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dibongkar Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala BGN Sudaryono menduga pengiriman uang ke rekening itu dilakukan oleh oknum BGN terdahulu.

“Jadi kami menduga, ini namanya dugaan, tentu saja pembuktiannya ada pada penegak hukum. Kami menduga kenapa uang bisa ke rekening di mana dapur itu rekeningnya dobel, atau dapur itu belum beroperasi, kami menduga ada oknum-oknum terdahulu di dalam BGN yang kemudian mengirimkan ini,” ungkap Sudaryono dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, dilansir detik.com, Jumat (31/7/26).

Hal itu, duga Sudaryono dilakukan agar serapan anggaran terlihat tinggi. Dia mengatakan serapan anggaran tinggi, maka dianggap prestasi. “Kalau mens rea kejahatan, mungkin dia niat mau nyuri misalnya, atau bisa jadi misalnya, kami menduga ini yang katakanlah dugaan yang bukan pelanggaran pencurian atau tindak pidana korupsi adalah, dia hanya ingin ngirim ke banyak rekening supaya kelihatan serapan anggarannya tinggi,” katanya.
“Jadi anggarannya terserap banyak, jadi kemudian serapan di BGN-nya tinggi sehingga supaya ada dicek itu kira-kira serapan tinggi itu adalah sama dengan prestasi yang baik dari sebuah lembaga, itu kami sedang mendalami ini ya,” tambahnya.

Selanjutnya Sudaryono mengatakan pendalaman terkait rekening anomali tersebut masih dilakukan. Dia mengatakan temuan tersebut diserahkan ke aparat penegak hukum.

“Mana kala ada indikasi mens rea, ada indikasi niat jahat untuk nyuri, ngentit, atau nyolong tadi, maka ini kita serahkan kepada penegak hukum,” tegasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Sudaryono mengungkap temuan rekening virtual account anomali terkait SPPG. Sudaryono mengatakan anomali tersebut berupa SPPG dengan rekening virtual account dobel atau bahkan belum beroperasi.

“Nah, dalam proses pemeriksaan, ya, setelah kami ada di sini kami periksa semua gitu. Setelah kami periksa ribuan-ribuan rekening itu, kami menemukan semacam anomali,” kata Sudaryono.(P-*/am)

 

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025