Gaya berbusana disorot, efek Lamine Yamal penjualan celana dalam langsung laris

Wolter Rumapar
Jumat, 31 Juli 2026
BOLA 0 268
3 menit membaca

Lamine Yamal (Instagram/6pmseason)

PRIORITAS, 31/7/26 (Madrid): Gaya berpakaian Lamine Yamal di dalam maupun luar lapangan kerap menjadi perhatian publik. Popularitas bintang muda Spanyol itu kembali memberikan dampak besar di luar lapangan. Pada laga final Piala Dunia 2026 melawan Argentina di New Jersey, 19 Juli 2026, Yamal beberapa kali membetulkan posisi jerseinya sehingga bagian atas celana dalam berwarna hitam dengan logo 6PM terlihat jelas.

Momen tersebut disaksikan sekitar satu miliar penonton di seluruh dunia. Media Spanyol Marca melaporkan permintaan terhadap produk celana dalam 6PM langsung melonjak seusai pertandingan. Beberapa model bahkan dilaporkan habis terjual dalam waktu singkat.

Kali ini, penjualan celana dalam merek fesyen (fashion) asal Jerman, 6PM, melonjak setelah sang pemain tanpa sengaja memperlihatkan bagian pinggang celana dalamnya saat final Piala Dunia 2026. Pendiri 6PM, Achraf Ait Bouzalim, kemudian memanfaatkan momentum tersebut dengan mengunggah ulang tangkapan layar aksi Yamal melalui akun Instagram pribadinya.

Model yang dikenakan Yamal merupakan desain hitam polos yang dijual dalam paket berisi dua celana dengan harga € 30 atau sekitar US$ 34,18. Meski belum mengungkapkan angka penjualan resmi, 6PM dikenal sering menerapkan strategi peluncuran produk edisi terbatas sehingga produknya kerap habis dalam waktu singkat.

Didirikan di Frankfurt pada 2016, 6PM memiliki basis penggemar yang kuat di kalangan komunitas hip-hop. Merek tersebut juga pernah terlibat dalam produksi rekaman bersama sejumlah musisi, seperti Reezy, Stickle, dan Luciano.

Strategi pemasaran perusahaan bertumpu pada media sosial serta peluncuran produk dalam jumlah terbatas untuk membangun antusiasme pasar. Menjelang final Piala Dunia 2026, 6PM juga sempat menggelar kompetisi prediksi Piala Dunia melalui situs resminya.

Gaya Berbusana Jadi Sorotan

Yamal, pemain Barcelona dikenal gemar mengenakan celana longgar dengan posisi rendah di pinggang. Saat parade kemenangan tim nasional Spanyol di Madrid seusai menjuarai Piala Dunia, Yamal kembali tampil dengan gaya serupa ketika merayakan gelar bersama rekan-rekannya. Penampilannya menuai beragam tanggapan.

Sebagian penggemar menganggap gaya tersebut mencerminkan budaya streetwear, sementara sebagian lainnya menilai kurang pantas. Harian La Vanguardia menyebut gaya fesyen Yamal identik dengan busana streetwear yang santai dan nyaman.

Ia lebih sering mengenakan pakaian longgar bernuansa netral atau monokrom yang dipadukan dengan berbagai aksesori.
Untuk acara resmi, Yamal kerap mengenakan setelan jas yang dipadukan aksesori bergaya kasual. Koleksi pakaiannya juga banyak berasal dari merek fesyen premium, seperti Ami Paris, Stussy, dan Louis Vuitton.

Di usia 19 tahun, Yamal menjadi pemain termuda yang berhasil menjuarai Piala Eropa dan Piala Dunia. Ia juga membawa Barcelona meraih gelar La Liga musim 2025/2026 serta terpilih sebagai pemain terbaik turnamen Piala Dunia 2026. Dilansir dari Beritasatu.com, seusai Piala Dunia 2026, nilai pasar Yamal bersama Erling Haaland juga menjadi yang tertinggi di dunia menurut Transfermarkt, masing-masing mencapai US$ 251 juta. (P-*/wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025