Bidik ‘geronto tourism’, Indonesia garap destinasi wisata Lansia sebagai peluang ekonomi baru

Jeffrey Rawis
Selasa, 28 Juli 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 28/7/26 (Jakarta): Sebagai salah satu strategi memperluas pasar pariwisata Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global, kini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tengah membidik pengembangan wisata ramah lanjut usia (Lansia) atau geronto tourism.

Nia Niscaya, Juru Bicara Kementerian Pariwisata mengatakan, tren penuaan penduduk di berbagai negara, seperti Jepang dan Belanda, membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan produk wisata yang dirancang khusus bagi wisatawan Lansia, demikian dilansir Senin (27/7/26) kemarin.

Pengembangan geronto tourism, menurut Nia, memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, akademisi, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Sinergi tersebut akan menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus memperluas pasar wisata berkualitas.

Juga ia optimistis, layanan wisata bagi Lansia dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan, baik di kawasan Asia maupun dunia.

Bentuk wisata minat khusus

Selanjutnya Nia menjelaskan, wisata Lansia merupakan salah satu bentuk wisata minat khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan berusia lanjut. Karena itu, layanan yang diberikan harus disesuaikan dengan kondisi fisik, psikologis, dan sosial para wisatawan tersebut.

Adapun konsep wisata ini mengutamakan kemudahan akses, jadwal perjalanan yang fleksibel, serta lingkungan yang mendukung kesehatan dan kenyamanan selama berwisata.

Guna mewujudkannya, diperlukan berbagai fasilitas pendukung, seperti infrastruktur yang ramah Lansia, akses yang mudah menuju layanan kesehatan dan kebugaran, serta sarana lain yang mampu menunjang aktivitas wisata secara aman dan nyaman.

“Selain fokus pada pengembangan destinasi, Kementerian Pariwisata juga berfokus pada membangun ekosistem usaha yang mampu memenuhi kebutuhan wisatawan Lansia secara menyeluruh,” kata Nia, dikutip media.

Ini dilakukan melalui peningkatan standar pelayanan, penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta penyediaan fasilitas yang lebih ramah bagi wisatawan lanjut usia.

Penyusunan paket wisata holistik

Di samping itu, Kemenpar juga mendorong penyusunan paket wisata holistik yang mengombinasikan pengalaman menikmati kekayaan budaya dan keindahan alam Indonesia dengan layanan kebugaran serta pola makan sehat. Konsep wisata tersebut tidak hanya memberikan pengalaman berlibur yang menyenangkan, tetapi juga mendukung kesehatan fisik, mental, dan emosional para wisatawan dari manapun.

Dengan pengembangan geronto tourism, demikian Beritasatu.com melansir Antara, Kementerian Pariwisata berharap Indonesia ke depan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam dan budaya, tetapi juga sebagai tujuan wisata kebugaran dan wisata Lansia yang berkualitas serta berdaya saing di tingkat global. (P-*/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025