Penguatan sumber daya manusia dinilai menjadi fondasi Indonesia Emas 2045

Giovanni Riung
Kamis, 23 Juli 2026
EKBIS 0 211
2 menit membaca

PRIORITAS, 23/7/26 (Riau): Visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila didukung sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu menciptakan inovasi. Untuk itu, generasi muda perlu terus mengembangkan kemampuan, berani keluar dari zona nyaman, serta memiliki pandangan jangka panjang dalam menghadapi dinamika dunia kerja.

Pandangan tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat menjadi pembicara dalam Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 yang diikuti 242 mahasiswa penerima beasiswa di RGE Exhibition Center, Pelalawan, Riau, Rabu (22/7) malam.

Menurut Yassierli, perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang berlangsung cepat menuntut lahirnya SDM dengan karakter pembelajar. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus membangun kemampuan beradaptasi, menyelesaikan persoalan secara kreatif, dan menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Ia menjelaskan terdapat tiga pola pikir yang perlu menjadi bekal generasi muda. Pertama, innovation mindset, yaitu kebiasaan mencari pendekatan baru untuk menghasilkan solusi. Kedua, growth mindset, yakni kemauan untuk terus belajar, berkembang, dan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Ketiga, future mindset, yaitu kemampuan melihat peluang serta merancang kontribusi yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Tiga kunci ini sangat krusial bagi generasi muda jika ingin menjadi pemimpin Indonesia Emas yang berdampak dan membawa Indonesia melompat lebih jauh,” ujar Yassierli.

Lebih lanjut, ia menilai keberhasilan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh banyaknya inovasi yang lahir, melainkan bagaimana inovasi tersebut menjadi budaya yang hidup di lingkungan pendidikan, dunia usaha, maupun masyarakat. Dengan budaya inovasi, berbagai ide baru akan terus bermunculan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional.

Yassierli juga menegaskan inovasi tidak selalu berarti menciptakan teknologi atau produk baru. Pembaruan dalam pelayanan, sistem kerja, hingga model bisnis juga menjadi bagian penting yang dapat memberikan nilai tambah sekaligus menciptakan peluang kerja di tengah perubahan ekonomi global.

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi peran Tanoto Foundation dalam mendukung pengembangan talenta muda Indonesia. Menurutnya, Tanoto Scholars Gathering perlu menjadi ruang untuk membentuk karakter kepemimpinan, memperluas jejaring, serta menumbuhkan kepedulian sosial agar lahir generasi yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

“Mimpi saya di 2045, Indonesia menjadi negara yang besar hanya jika kita menjadi Innovation Nation atau bangsa yang inovatif. Inilah yang sekarang sedang saya kampanyekan,” kata Yassierli. (P-*r/Humas Kemnaker/Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025