Rivalitas duel Inggris vs Argentina pada Piala Dunia, drama David Beckham hingga gol ‘Tangan Tuhan’ Maradona

Wolter Rumapar
Senin, 13 Juli 2026
BOLA 0 289
4 menit membaca

Rivalitas duel Inggris vs Argentina pada Piala Dunia, drama David Beckham hingga gol ‘Tangan Tuhan’ Maradona

PRIORITAS, 12/7/26 (Amerika): Inggris dan Argentina dipastikan akan berduel di babak semifinal Piala Dunia 2026.

Pertarungan kedua tim akan membuka babak baru dalam salah satu rivalitas terpanas sepak bola internasional
yang dijadwalkan berlangsung di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/26) pukul 02.00 WIB.

Pertemuan pada semifinal Piala Dunia 2026 akan menjadi duel keenam Inggris dan Argentina di turnamen tersebut sekaligus pertemuan pertama mereka pada babak semifinal.

Inggris datang dengan Bellingham sebagai pemain menonjol setelah mencetak dua gol ke gawang Norwegia. Argentina tetap mengandalkan Lionel Messi yang memberikan umpan gol dalam kemenangan atas Swiss.

Terakhir 21 tahun lalu

Ini menjadi pertemuan pertama kedua negara selama hampir 21 tahun. Inggris memiliki catatan pertemuan lebih baik, tetapi Argentina beberapa kali memberikan kekalahan paling menyakitkan bagi The Three Lions pada panggung Piala Dunia.

Inggris mencapai semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Norwegia 2-1 melalui perpanjangan waktu berkat dua gol Jude Bellingham. Argentina juga membutuhkan perpanjangan waktu untuk menyingkirkan Swiss 3-1.

Dalam sejarah, sebanyak 14 pertandingan tercantum dalam catatan pertemuan Inggris dan Argentina. Namun, hanya 13 laga yang selesai dimainkan.

Dari 13 pertandingan tersebut, Inggris membukukan enam kemenangan, Argentina menang dua kali, sedangkan lima pertandingan berakhir imbang.

Inggris juga unggul dalam jumlah gol dengan 21 gol berbanding 15. Satu pertandingan lain di Buenos Aires pada 17 Mei 1953 dihentikan ketika skor masih 0-0. Hujan deras membuat lapangan tergenang sehingga laga tidak dapat dilanjutkan.

Sejumlah basis data mencatat Argentina menang tiga kali karena memasukkan kemenangan melalui adu penalti pada Piala Dunia 1998.

Gol Maradona

Namun, berdasarkan pencatatan statistik pertandingan, laga tersebut berakhir imbang 2-2 karena hasil adu penalti tidak dimasukkan ke skor pertandingan.

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi dalam pertandingan persahabatan di Geneva, Swiss, pada 12 November 2005. Inggris ketika itu menang 3-2.

Inggris dan Argentina telah bertemu lima kali di putaran final Piala Dunia. Inggris memenangi tiga pertandingan, sedangkan Argentina menang sekali dalam waktu normal dan sekali melalui adu penalti.

Pertemuan pertama terjadi pada fase grup Piala Dunia 1962. Inggris menang 3-1 melalui gol Ron Flowers, Bobby Charlton, dan Jimmy Greaves.

Empat tahun kemudian, Inggris kembali menang 1-0 pada perempat final Piala Dunia 1966 di Wembley. Geoff Hurst mencetak gol tunggal, sedangkan kapten Argentina Antonio Rattín diusir wasit dalam pertandingan yang berlangsung panas.

Kebingungan terkait pengusiran Rattín kemudian turut menginspirasi penggunaan kartu kuning dan merah dalam sepak bola.

Argentina membalas pada perempat final Piala Dunia 1986. Diego Maradona mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1, yakni gol kontroversial yang dikenal sebagai “Tangan Tuhan” dan gol solo yang kemudian dinobatkan sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah turnamen.

Drama Beckham pada 1998

Pertemuan berikutnya terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 1998. Pertandingan berakhir 2-2 setelah Gabriel Batistuta, Alan Shearer, Michael Owen, dan Javier Zanetti mencetak gol.

Inggris harus bermain dengan 10 pemain setelah David Beckham mendapat kartu merah karena menendang Diego Simeone. Argentina kemudian menang 4-3 melalui adu penalti dan melaju ke perempat final.

Beckham mendapatkan kesempatan membalas 4 tahun kemudian. Tendangan penaltinya membawa Inggris mengalahkan Argentina 1-0 pada fase grup Piala Dunia 2002.

Dengan demikian, lima pertemuan mereka pada Piala Dunia menghasilkan tiga kemenangan Inggris, satu kemenangan Argentina, serta satu hasil imbang yang dimenangi Argentina melalui adu penalti.

Persaingan Inggris dan Argentina telah memanas sejak pertandingan kontroversial pada Piala Dunia 1966. Ketegangan kemudian mendapatkan dimensi politik dan emosional tambahan setelah Perang Falkland atau Malvinas pada 1982.

Latar tersebut membuat perempat final Piala Dunia 1986 berlangsung dalam atmosfer yang sangat emosional. Pertandingan itu terjadi hanya 4 tahun setelah perang antara Argentina dan Inggris.

Messi vs Bellingham

Meski demikian, rivalitas kedua tim lebih sering dikenang melalui momen-momen besar di lapangan, mulai dari pengusiran Rattín, dua gol Maradona, kartu merah Beckham, hingga penalti pembalasannya.

Pertandingan ini juga menjadi pertemuan pertama kedua negara pada Piala Dunia sejak 2002. Pemenangnya akan menghadapi Prancis atau Spanyol pada pertandingan final di New York New Jersey Stadium.

Dilansir Beritasatu. Com, secara statistik, Inggris memiliki keunggulan dalam rekor pertemuan. Namun, sejarah menunjukkan duel melawan Argentina hampir selalu ditentukan oleh momen kontroversial, aksi individu, dan tekanan besar.

Semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta kini menawarkan kesempatan bagi generasi Messi dan Bellingham untuk menciptakan kisah baru dalam rivalitas yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade. (P-*/wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025