
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam percakapan telepon dengan mediator PM Pakistan, memberi sinyal positif ke AS soal perdamaian.(timesofiran)PRIORITAS, 28/3/26 (Islamabad): Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memberikan sinyal positif ke Amerika Serikat perlunya membangun kepercayaan dalam menuju proses damai untuk mengakhiri perang.
“Perlunya membangun kepercayaan untuk memfasilitasi pembicaraan dan mediasi”, kata Pezeshkian saat berbicara lewat telepon dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari akun PM Shehbaz Sharif di X, hari Sabtu (28/3/26).
Pakistan akan menjadi lokasi pertemuan pembahasan perdamaian antara AS dan Iran, serta bertindak sebagai perantara pesan antara kedua belah pihak.
Para diplomat senior dari Arab Saudi, Mesir, dan Turki dijadwalkan tiba di ibu kota Pakistan pada hari Minggu dan Senin.
Selama percakapan rinci mereka, yang berlangsung lebih dari satu jam, kedua pemimpin tersebut melakukan diskusi ekstensif mengenai permusuhan yang sedang berlangsung di kawasan tersebut dan upaya perdamaian.
“Diskusi mendalam tentang berbagai isu, termasuk upaya untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut,” kata Kementerian Luar Negeri Pakistan, seperti dirilis media Times of Israel.
Pernyataan Presiden Iran yang terbaru itu, menandai pergeseran signifikan dalam sikap politik Teheran.
Sebelumnya, sejumlah pejabat tinggi Iran bersikeras menolak negosiasi damai dengan AS dan menegaskan pertempuran hanya akan berakhir sesuai kehendak mereka.
PM Shehbaz Sharif mengonfirmasi Pakistan terus mengupayakan jalur diplomasi dengan melibatkan Amerika Serikat serta negara-negara Muslim di Teluk.
Upaya ini dilakukan guna menciptakan iklim yang kondusif bagi stabilitas keamanan regional yang telah terganggu selama satu bulan terakhir.
Sebagai tindak lanjut, Pakistan dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri luar negeri pada 29–30 Maret 2026 di Islamabad.
Sangat krusial
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengungkapkan konferensi ini sangat krusial untuk menentukan arah negosiasi menuju perdamaian di Timur Tengah.
Pertemuan tersebut akan mengevaluasi situasi terkini dan mengambil tindakan nyata, guna menghentikan perang yang telah menelan lebih dari 3.000 korban jiwa.
Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran ini telah memicu guncangan ekonomi global yang hebat.
Ketegangan sedikit mereda setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penundaan serangan udara terhadap infrastruktur pembangkit listrik di Iran untuk memberi ruang bagi diplomasi.
Posisi Pakistan sebagai mediator dianggap sangat strategis karena memiliki hubungan historis dengan Teheran sekaligus koneksi kuat dengan pemerintahan Trump.
Paksitan memiliki hubungan yang sudah lama terjalin dengan Iran dan kontak dekat di negara-negara Teluk.
Sementara Sharif dan kepala angkatan darat Marsekal Lapangan Asim Munir, telah menjalin hubungan pribadi dengan Presiden AS Donald Trump.
Presiden Iran menyampaikan apresiasi terhadap upaya dan peran dukungan Pakistan untuk perdamaian.
Meskipun menolak mengakui telah mengadakan pembicaraan resmi dengan AS, Iran telah menyampaikan tanggapan terhadap rencana 15 poin Presiden Donald Trump, untuk mengakhiri perang melalui Pakistan, menurut sumber anonim yang dikutip kantor berita Iran, Tasnim.(P-Jeffry W)